Close Menu
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, September 24
  • Redaksi
  • Home
Facebook X (Twitter) LinkedIn VKontakte
LANTAS INFOLANTAS INFO
Banner
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Home»Nasional»Korlantas Polri Libatkan 93.000 Personel, Strategi dan Tantangan Pelaksanaan Operasi Ketupat 2025
Nasional

Korlantas Polri Libatkan 93.000 Personel, Strategi dan Tantangan Pelaksanaan Operasi Ketupat 2025

Lantas InfoBy Lantas InfoMaret 12, 2025Updated:Maret 12, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
Share
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link

JAKARTA– Operasi Ketupat 2025 oleh Korlantas Polri, yang akan melibatkan sekitar 93.000 personel dan mendirikan berbagai pos terpadu, pos pengamanan, serta pos pelayanan di seluruh Indonesia, merupakan langkah ambisius untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik Lebaran.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa penempatan personel di titik-titik krusial seperti black spot dan trouble spot adalah bagian dari strategi untuk mengelola kepadatan dan mengurangi risiko kecelakaan selama periode mudik.

Tahun ini, tantangan tambahan datang dari irisan antara Hari Raya Nyepi dan pelaksanaan Operasi Ketupat.

Penutupan arus lalu lintas dari Banyuwangi menuju Ketapang dan Bali sejak 28 Maret 2025 memerlukan pengaturan rekayasa lalu lintas yang ketat.

Langkah ini menegaskan betapa pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mengelola arus mudik yang kompleks dan dinamis, terutama ketika terjadi overlay antara dua hari besar nasional.

Kakorlantas mengimbau masyarakat untuk menghindari penggunaan kendaraan roda dua untuk mudik, mengingat tingginya risiko kecelakaan.

Selain itu, berdasarkan Surat Keputusan Bersama, operasional kendaraan besar dengan sumbu tiga dilarang beroperasi selama Operasi Ketupat, baik di jalan tol maupun di jalan nasional.

Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan di jalan raya.

Namun, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kepatuhan masyarakat dan efektivitas pengawasan di lapangan.

Salah satu kebijakan inovatif yang diterapkan adalah Work From Anywhere (WFA), yang diharapkan dapat membantu pemudik untuk berangkat lebih awal dan mengurangi kepadatan arus lalu lintas.

Kebijakan ganjil-genap juga diharapkan dapat membantu mengatur waktu keberangkatan masyarakat, sehingga kepadatan di jalan utama bisa diminimalisir.

Inovasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mencari solusi untuk mengatasi tantangan arus mudik yang selalu meningkat setiap tahunnya.

Selain itu, Kakorlantas mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan kendaraannya dengan baik, termasuk mengecek ban, oli, wiper, dan memastikan kesehatan pengemudi. Imbauan ini penting mengingat kondisi kendaraan dan kesiapsiagaan pengemudi sangat berpengaruh terhadap keselamatan perjalanan.

Penggunaan jasa angkutan yang resmi dan aman juga ditekankan untuk menghindari travel gelap yang sering kali tidak memenuhi standar keselamatan.

Dengan berbagai langkah antisipatif dan koordinasi yang baik, diharapkan Operasi Ketupat 2025 dapat berlangsung lancar dan aman. Fokus pada rekayasa lalu lintas, kebijakan pembatasan operasional kendaraan besar, dan pemanfaatan teknologi melalui kebijakan WFA merupakan upaya terpadu untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan kenyamanan pemudik.

Keberhasilan operasi ini akan menjadi cerminan dari budaya tertib berlalu lintas yang diharapkan dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.

Secara keseluruhan, Operasi Ketupat 2025 adalah tantangan besar yang memerlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

Dengan strategi yang tepat dan komitmen bersama, diharapkan arus mudik tahun ini dapat berjalan lebih lancar dan aman, membawa kebahagiaan bagi masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri bersama keluarga. (*)

Ditlantas Polda Sulsel
Share. Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Previous ArticleKolaborasi Korlantas Polri, Jasa Marga, dan Google untuk Kenyamanan Pemudik
Next Article Ingat, Gandeng Media Sukseskan Operasi Ketupat 2025

Berita Lainnya

Hari Jadi Lalulintas Bhayangkara ke-71, Kakorlantas Polri: Prioritaskan Keselamatan

September 22, 2026

Jelang HUT ke-71, Pataka Korlantas Dicuci

September 16, 2026

ETLE dan PNBP: Korlantas Perkuat Transparansi Tilang Elektronik

September 16, 2026
Berita Terbaru

Lima Kapolres di Sulsel Berganti

September 24, 2026

Polres Wajo Salurkan 6.000 Liter Air Bersih untuk Warga Desa Nepo

September 23, 2026

Ditlantas Polda Sulsel Matangkan Persiapan Penerapan Zero ODOL 2027

September 23, 2026

Ditlantas Polda Sulsel Gelar Jalan Santai dan Senam Massal Peringati Hari Jadi Lalulintas Bhayangkara ke-71

September 23, 2026
  • HUKUM

Ditlantas Polda Sulsel Matangkan Persiapan Penerapan Zero ODOL 2027

September 23, 2026

Operasi Dua Pekan, Satlantas Polrestabes Makassar Amankan 355 Motor; Busur dan Ketapelpun Disita

September 7, 2026

Jaga Kamtibmas, Polres Gowa Bakal Berantas Perjudian

September 4, 2026

Update Data Laka Lantas Kini Tampil di Papan Informasi Digital Ditlantas Sulsel, Keluar dari Zona Merah!

September 1, 2026
Copyright © 2017. LANTAS INFO RhynaldKing.
  • Redaksi
  • Home

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.