Close Menu
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, Oktober 15
  • Redaksi
  • Home
Facebook X (Twitter) LinkedIn VKontakte
LANTAS INFOLANTAS INFO
Banner
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Home»Hukum»Kapolda Sulsel Kunjungi Brimob: Pahami Perkembangan Strategis, Regional Maupun Global
Hukum

Kapolda Sulsel Kunjungi Brimob: Pahami Perkembangan Strategis, Regional Maupun Global

Lantas InfoBy Lantas InfoOktober 15, 2026Updated:Oktober 15, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
Share
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link

MAKASSAR– Kunjungan Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., ke Markas Komando Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulsel di Jalan Sultan Alauddin Nomor 75, Makassar, Kamis (15/10/2026), tak hanya sebagai  rutinitas kepemimpinan.

Kehadiran jendral polisi bintang dua ini  merupakan penegasan politik-keamanan bahwa Brigade Mobil tetap diposisikan sebagai pasukan penjaga garis depan ketika situasi kamtibmas mengalami eskalasi.

Dalam dinamika keamanan yang semakin kompleks, kesiapsiagaan tidak lagi dapat dipahami sebagai kesiapan fisik semata, melainkan sebagai kapasitas institusional untuk membaca risiko, bergerak cepat, dan bertindak secara proporsional.

Kapolda tiba sekitar pukul 06.50 Wita dan disambut Dansat Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol. Muhammad Ridwan, S.I.K., M.H., sebelum menerima jajar kehormatan personel Batalyon A Pelopor.

Kunjungan itu dirangkai dengan apel bersama personel Makosatbrimob, Detasemen Gegana, dan Batalyon A Pelopor. Secara simbolik, momen tersebut menegaskan kedekatan pimpinan dengan satuan yang secara operasional paling sering dihadapkan pada tekanan lapangan.

Dalam arahannya, Awal Chairuddin menegaskan bahwa Brimob memiliki peran vital dan strategis sebagai pasukan yang berada di garis depan ketika terjadi eskalasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Penegasan itu semakin relevan bagi Kota Makassar, yang menurut Kapolda memiliki dinamika keamanan cukup tinggi.

Artinya, keberadaan Brimob bukan hanya persoalan kekuatan tempur, tetapi juga persoalan kesiapan menghadapi ketidakpastian yang dapat berkembang secara cepat.

Kapolda juga meminta personel memahami perkembangan strategis, baik di tingkat regional maupun global, yang berpotensi memengaruhi situasi keamanan di Sulawesi Selatan.

“Keterampilan dan kemampuan yang sudah dimiliki personel Satbrimob Polda Sulsel harus terus dipelihara dan diasah. Jangan sampai kemampuan tempur, penanggulangan huru-hara (PHH), dan pencarian serta pertolongan atau search and rescue (SAR) yang selama ini dilatih justru menurun. Latihan harus rutin dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pesan itu penting karena kemampuan aparat bukan aset yang bersifat permanen. Kemampuan tempur, penanggulangan huru-hara, maupun SAR akan menurun bila tidak terus dilatih secara terencana.

Dalam konteks ini, arahan Kapolda menempatkan latihan bukan sebagai seremoni kegiatan, melainkan sebagai prasyarat profesionalisme dengan satuan yang siap bukan satuan yang sekadar memiliki personel dan peralatan, melainkan satuan yang mampu bertindak tepat ketika masyarakat membutuhkan perlindungan.

Namun, kesiapan tempur tidak akan bermakna optimal tanpa dukungan informasi yang cepat dan akurat. Kapolda menegaskan bahwa langkah penanganan gangguan keamanan harus didasarkan pada data yang tepat sasaran.

Karena itu, ia menginstruksikan seluruh fungsi di lingkungan Polda Sulsel termasuk intelijen, reserse kriminal, dan pembinaan masyarakat—agar aktif memberikan informasi kepada Satbrimob.

Instruksi tersebut menegaskan satu prinsip penting: penanganan ancaman tidak boleh menjadi urusan satu satuan. Koordinasi lintas fungsi diperlukan agar respons Brimob terukur, efektif, dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Tanpa aliran informasi yang baik, kekuatan tempur justru berisiko digunakan secara reaktif; dengan data yang akurat, kehadiran aparat dapat menjadi tindakan preventif yang menjaga masyarakat sebelum situasi memburuk.

Di sisi lain, Kapolda menyampaikan peringatan yang sama pentingnya dengan arahan operasional, jangan ada gesekan antara Satbrimob Polda Sulsel dan satuan tugas Polri lainnya.

“Saya tidak ingin melihat ada perselisihan atau gesekan antara Satbrimob Polda Sulsel dengan satuan tugas Polri lainnya. Kita semua adalah satu keluarga besar Polri, harus solid dan saling mendukung, bukan saling bersaing,” ujarnya.

Dalam tata kelola keamanan, persaingan internal yang tidak sehat dapat melemahkan efektivitas komando dan mengaburkan tanggung jawab di lapangan.

Sementara, Dansat Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol. Muhammad Ridwan, menyambut arahan tersebut sebagai motivasi dan pengingat bagi seluruh personel.

“Arahan Bapak Kapolda menjadi motivasi sekaligus pengingat bagi seluruh personel Satbrimob Polda Sulsel untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga disiplin, dan memperkuat soliditas dalam pelaksanaan tugas. Kami berkomitmen memelihara kesiapsiagaan personel melalui latihan yang berkelanjutan serta memastikan setiap tugas dilaksanakan secara profesional dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan seluruh fungsi kepolisian serta hubungan harmonis dengan TNI demi menghadirkan rasa aman dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dirbinmas Polda Sulsel Kombes Pol. Anang Triarsono, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, Kabag Ops Satbrimob Polda Sulsel AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si., para komandan batalyon pelopor, Danden Gegana, serta pejabat utama dan personel jajaran.

Nah, keesan Kapolda tentang kesiapsiagaan dan soliditas harus diuji bukan pada apel pagi, melainkan pada saat krisis datang.

“Kepercayaan publik terhadap Polri sedang diuji. Setiap tindakan kita di lapangan akan dinilai oleh masyarakat. Karena itu, jaga sikap dan profesionalisme,” pesan Awal Chairuddin.

Bagi Brimob Polda Sulsel, tugas berikutnya adalah mengubah arahan itu menjadi budaya kerja: siap di garis depan, disiplin dalam bertindak, solid di dalam tubuh Polri, dan selalu hadir untuk melindungi masyarakat. (*)

Ditlantas Polda Sulsel
Share. Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Previous ArticleTAJUK: Dibalik Rekam Jejak Brigjen Pol. Aries Syahbudin Hingga ke Kursi Kakorlantas Polri
Next Article Kakorlantas Polri: Tugas Polantas Harus Berdampak Nyata

Berita Lainnya

Diduga Sabu Terselip di Saku Jaket, Pria di Keera Diamankan Satlantas Polres Wajo

Oktober 12, 2026

Polrestabes Makassar Sita 340 Motor, 245 Knalpot Brong, Ringkus 19 Remaja Tawuran

Oktober 8, 2026

Ditlantas Polda Sulsel Matangkan Persiapan Penerapan Zero ODOL 2027

September 23, 2026
Berita Terbaru

Kakorlantas Polri: Tugas Polantas Harus Berdampak Nyata

Oktober 15, 2026

Kapolda Sulsel Kunjungi Brimob: Pahami Perkembangan Strategis, Regional Maupun Global

Oktober 15, 2026

TAJUK: Dibalik Rekam Jejak Brigjen Pol. Aries Syahbudin Hingga ke Kursi Kakorlantas Polri

Oktober 13, 2026

Diduga Sabu Terselip di Saku Jaket, Pria di Keera Diamankan Satlantas Polres Wajo

Oktober 12, 2026
  • HUKUM

Kapolda Sulsel Kunjungi Brimob: Pahami Perkembangan Strategis, Regional Maupun Global

Oktober 15, 2026

Diduga Sabu Terselip di Saku Jaket, Pria di Keera Diamankan Satlantas Polres Wajo

Oktober 12, 2026

Polrestabes Makassar Sita 340 Motor, 245 Knalpot Brong, Ringkus 19 Remaja Tawuran

Oktober 8, 2026

Ditlantas Polda Sulsel Matangkan Persiapan Penerapan Zero ODOL 2027

September 23, 2026
Copyright © 2017. LANTAS INFO RhynaldKing.
  • Redaksi
  • Home

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.