LANTASINFO– Penunjukan dan pelantikan Brigadir Jenderal Polisi Dr. Aries Syahbudin sebagai Kepala Korps Lalu Lintas Polri menandai keberlanjutan kepemimpinan pada institusi yang memikul mandat strategis dalam pengaturan, pengawasan, dan penegakan ketertiban lalu lintas nasional.
Posisi tersebut tidak hanya menuntut kapasitas administratif, tetapi juga kemampuan mengelola risiko keselamatan, koordinasi lintas sektor, serta tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.
Lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1994 ini memiliki lintasan karier yang mencerminkan perpaduan antara pengalaman lapangan dan kapasitas kebijakan.
Dalam kerangka administrasi kepolisian, kombinasi semacam itu penting karena persoalan lalu lintas tidak dapat diselesaikan semata-mata melalui pendekatan penegakan hukum, melainkan memerlukan pemahaman terhadap perilaku masyarakat, infrastruktur, teknologi, dan tata kelola kelembagaan.
Pengalaman Aries di tingkat kewilayahan, khususnya saat menjabat Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah dan Polda Sulawesi Selatan, memberikan fondasi penting bagi pemahamannya atas keragaman persoalan lalu lintas.
Kedua wilayah tersebut memiliki karakter geografis, pola mobilitas, dan tantangan keselamatan yang berbeda, sehingga menuntut pendekatan yang adaptif terhadap kondisi lokal.
Pengalaman kewilayahan tersebut kemudian diperkuat oleh penugasan pada jenjang pusat. Aries pernah menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan Korlantas Polri, antara lain Kepala Subdirektorat Audit dan Inspeksi Direktorat Keamanan dan Keselamatan, Kepala Bagian Operasi, serta Penata Kebijakan Kapolri Utama Tingkat II. Rangkaian jabatan tersebut memperluas wawasannya dalam perencanaan operasi, pengendalian risiko, dan pengawalan kebijakan.
Peran Aries dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat 2025 merupakan bagian penting dari rekam jejaknya.
Saat menjabat Kepala Bagian Operasi Korlantas Polri, ia terlibat dalam penyiapan sistem pengendalian arus mudik dan balik Lebaran, termasuk pemetaan titik rawan, antisipasi kepadatan, rekayasa lalu lintas, serta penguatan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.
Pendekatan yang ditempuh menunjukkan upaya mengintegrasikan perencanaan dengan kebutuhan pelaksanaan di lapangan. Korlantas Polri memanfaatkan sistem informasi dan pemantauan berbasis data untuk mendukung respons petugas terhadap dinamika arus lalu lintas.
Pada saat yang sama, pengaturan langsung di lokasi rawan tetap menjadi elemen penting dalam menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan.
Dari sisi capaian, Operasi Ketupat 2025, data yang dihimpun menyebut telah mencatat penurunan angka kecelakaan sebesar 31 persen dan penurunan jumlah korban meninggal dunia sebesar 53 persen dibandingkan periode sebelumnya, berdasarkan evaluasi yang dirujuk dalam sejumlah pemberitaan.
Data yang disampaikan dalam forum bersama DPR juga menunjukkan penurunan kecelakaan sekitar 3.181 kasus dan korban meninggal dunia sekitar 368 orang selama periode operasi.
Capaian tersebut memperoleh apresiasi politik pada tingkat nasional. Presiden Prabowo Subianto menilai penyelenggaraan mudik Lebaran 2025 sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah, terutama karena penurunan angka kecelakaan.
Tentunya, capaian tersebut perlu dibaca secara proporsional: keberhasilan operasi merupakan hasil kolektif Polri, kementerian terkait, pengelola jalan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Kontribusi Aries dalam agenda Zero ODOL juga menunjukkan orientasinya terhadap keselamatan jangka panjang. Sejak 2025, ia menjelaskan penanganan kelebihan muatan secara bertahap melalui sosialisasi, peringatan, dan penegakan hukum, disertai pendekatan kepada pengemudi, pemilik kendaraan, dan pelaku usaha.
Pendekatan bertahap tersebut relevan karena perubahan perilaku industri angkutan barang memerlukan konsistensi kebijakan, bukan sekadar operasi sesaat.
Kini, sebagai Kakorlantas Polri, Aries Syahbudin menghadapi tantangan yang lebih luas diantaranya menurunkan angka kecelakaan secara berkelanjutan, memperkuat tata kelola angkutan, mempercepat digitalisasi pelayanan, dan menjaga kesinambungan agenda strategis Korlantas Polri.
Rekam jejaknya dalam Operasi Ketupat 2025 memberikan indikasi awal mengenai kapasitas operasionalnya, meskipun keberhasilan kepemimpinan ke depan tetap akan diukur melalui konsistensi hasil, transparansi data, dan dampak nyata terhadap keselamatan pengguna jalan. (*)


