MAKASSAR– Menjelang Lebaran Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, sejumlah titik di Kota Makassar menjadi rawan kemacetan, akibat kesembronoan parkir yang mengganggu arus lalu lintas.
Kawasan-kawasan padat rawan macet itu, seperti satu, Jalan Pengayoman-Boulevard (Mal Panakkukang). Dua, Jalan Dr Ratulangi (Toko Agung/Ma Ratu Indah). Tiga, Jalan Cenderawasih (Pasar Senggol), Jalan Sulawesi (Pasar Butung) Empat, Jalan Ahmad Yani,. Dan ke lima, sekitar Pasar Sentral. Titik-titik kerap menjadi lokasi macet setiap tahunnya.
Tentunya, hal ini dipicu oleh lonjakan aktivitas warga yang berburu pakaian dan kebutuhan baru menjelang Lebaran.
Salahsatu penyebab kemacetan adalah ulah parkir liar yang menggunakan badan jalan sebagai lahan parkir tanpa mengindahkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Para pelaku parkir liar memanfaatkan momentum ini untuk meraup keuntungan besar, meski tindakan tersebut berdampak negatif pada keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Demikian, kesemrawutan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga memperburuk citra kota selama momen penting seperti Idulfitri.
Untuk mengantisipasi masalah ini, diharapkan instansi terkait segera mengambil langkah proaktif, seperti meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan macet dan menertibkan parkir liar.
Solusi lain seperti menyediakan area parkir alternatif dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi aturan parkir dapat membantu mengurangi kemacetan.
Upaya kolaboratif dari pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan agar suasana menjelang Lebaran tetap aman, nyaman, dan lancar bagi semua pihak.
Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Makassar, Kompol Muhktar, Jumat (6/3), yang dimintai komentar mengaku, akan melakukan koordinasi instansi terkait, seperti PD. Parkir, Dishub untuk membahas antisipasi kemacetan yang disebabkan parkir semrawut. (*)
