JAKARTA– Dalam momentum yang mencerminkan komitmen Polri terhadap reformasi birokrasi, Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., menerima penghargaan prestisius dari Kapolri atas capaian Peringkat I (Satu) Nasional Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Tahun Anggaran (TA) 2025 kategori Pagu Besar tingkat Polri.

Penyerahan dilakukan di Rupatama Mabes Polri, Rabu (29/04/2026), hasil evaluasi Kementerian Keuangan RI terhadap seluruh kementerian/lembaga, termasuk Polri.

Hal itu menunjukkan bahwa prestasi ini menjadi indikator superioritas Polda Sulsel dalam pengelolaan anggaran yang efektif, efisien, dan akuntabel.

Dari 36 Polda se Indonesia, Polda Sulsel mendominasi kategori pagu besar sebuah pencapaian strategis mengingat pagu besar sering kali rentan terhadap kompleksitas pengawasan.

Lebih mengesankan lagi, dari 51 Satuan Kerja (Satker) jajaran Polda Sulsel, 30 Satker meraih nilai IKPA 100 (kategori sempurna), mencerminkan penetrasi optimal reformasi keuangan hingga tingkat unit terkecil.

Faktor Pendorong dan Sinergi Internal
Keberhasilan ini lahir dari sinergi masif jajaran, terutama Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan personel keuangan di setiap Satker.

Peran pivotal Bidang Keuangan Polda Sulsel di bawah Kabidkeu Kombes Pol S. Ferdinand Suwarji, S.E., M.Ak., M.A.R.S., CFrA., terlihat dari pembinaan intensif yang mendorong peningkatan kualitas secara berkelanjutan.

Hla itu juga menggambarkan  bahwa leadership terstruktur seperti ini menjadi model replikasi bagi Polda lain, di mana pembinaan bukan hanya administratif, tapi juga budaya integritas.

Kapolda Sulsel menegaskan, bahwa capaian ini mewujudkan prinsip pengelolaan keuangan TEPAT (Tertib, Efektif-Efisien, Partisipatif, Akuntabel, dan Terpercaya), sejalan dengan tugas Polri yang Presisi.

Pernyataan ini menggarisbawahi bagaimana IKPA tidak hanya alat evaluasi, tapi pilar pendukung operasional kepolisian dari penanganan kriminal hingga pelayanan publik di tengah defisit anggaran negara yang terus menekan efisiensi.

Melihat Implikasi Strategis dan Motivasi Jangka Panjang, secara analitis, penghargaan ini berpotensi menjadi katalisator nasional bagi Polri dalam menghadapi tantangan korupsi pengelolaan anggaran, yang kerap menjadi sorotan BPK dan KPK.

Dengan Peringkat I, Polda Sulsel tidak hanya memperkuat citra institusi, tapi juga menawarkan blueprint tata kelola keuangan bersih dan transparan, menghindari penyimpangan yang merugikan.

Harapan Kapolda agar prestasi ini memotivasi integritas seluruh jajaran selaras dengan agenda nasional RKUN (Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan) Polri, di mana akuntabilitas menjadi kunci reformasi.

Polda Sulsel kini diposisikan sebagai benchmark bagi 35 Polda lain dan satuan kerja Polri secara keseluruhan.

Mempertahankan momentum ini krusial untuk mewujudkan good governance di institusi penegak hukum, sekaligus mendukung target nasional penghematan anggaran hingga triliunan rupiah melalui efisiensi. (*)

Berita Terkait