JAKARTA– Setiap tanggal 1 Juli, bangsa ini memperingati Hari Bhayangkara sebagai momentum refleksi terhadap peran Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat.

Di tengah dinamika lalu lintas yang semakin kompleks, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengambil langkah progresif dengan menekankan pendekatan humanis dalam meningkatkan kesadaran berlalu lintas.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum, Minggu (1/6), menyampaikan bahwa sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) terus dioptimalkan sebagai instrumen penegakan hukum yang transparan dan objektif.

ETLE menjadi wajah baru dari penegakan aturan, mengurangi interaksi langsung dan potensi pelanggaran etika, serta memberi kepastian hukum yang adil.

Namun, yang lebih patut diapresiasi adalah langkah Korlantas menghadirkan personel di lapangan tidak sekadar untuk menindak, tetapi untuk mengedukasi.

Hingga 1 Juli 2025, anggota Polri akan memberikan teguran tertulis sebagai bentuk pendekatan persuasif kepada pelanggar lalu lintas.

Ini bukan semata bentuk kelonggaran, tetapi cerminan dari upaya membangun kesadaran, bukan ketakutan.

Dalam keterangannya, Irjen Pol Agus menekankan bahwa penegakan hukum secara humanis bukan berarti lunak, tetapi justru memperkuat legitimasi hukum dengan menyentuh sisi kemanusiaan.

Ia menyuarakan harapan agar masyarakat menerima langkah ini sebagai bagian dari upaya bersama demi keselamatan di jalan raya.

Kesadaran untuk tertib lalu lintas tidak bisa dibentuk hanya dengan tilang dan sanksi. Ia lahir dari pemahaman bahwa keselamatan adalah tanggung jawab kolektif.

Polri, dalam hal ini Korlantas, telah menunjukkan bahwa pendekatan edukatif bisa berjalan beriringan dengan penegakan hukum yang tegas.

“Mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban, dengan semangat humanis dan edukatif,” tutup Irjen Pol Agus.

Nah, hal ini menjadi sebuah ajakan yang pantas menjadi renungan bagi  semua pengguna jalan,  bahwa tertib lalu lintas adalah bagian dari budaya bangsa yang harus terus disemai, demi Indonesia yang lebih aman, tertib, dan damai. (*)

Berita Terkait