Close Menu
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, Oktober 26
  • Redaksi
  • Home
Facebook X (Twitter) LinkedIn VKontakte
LANTAS INFOLANTAS INFO
Banner
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Home»Ragam»Operasi Patuh Pallawa 2026 Dimulai, Kapolda Sulsel Minta Petugas Hindari Kontra Produktif di Lapangan
Ragam

Operasi Patuh Pallawa 2026 Dimulai, Kapolda Sulsel Minta Petugas Hindari Kontra Produktif di Lapangan

Lantas InfoBy Lantas InfoOktober 26, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
Share
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link

MAKASSAR — Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Patuh Pallawa 2026 tidak hanya diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari cara petugas menjalankan tugas di lapangan.

Ia meminta seluruh personel menghindari tindakan kontraproduktif yang berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Peringatan itu disampaikan Kapolda saat memimpin Apel Gelar Pasukan di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Senin (26/10/2026). Operasi ini berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Dalam amanatnya, Kapolda menekankan bahwa petugas harus bekerja sesuai standar operasional prosedur, menjaga keselamatan diri, serta menempatkan masyarakat sebagai pusat pelayanan.

Ia menilai sikap profesional, humanis, dan proporsional menjadi syarat utama agar operasi tidak sekadar berujung pada penindakan, melainkan membangun kesadaran keselamatan.

“Kedepankan upaya preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum sesuai ketentuan. Perkuat komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat serta instansi terkait. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan jadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama,” kata Kapolda.

Penekanan pada Kepercayaan Publik
Kapolda menyoroti bahwa tindakan petugas yang tidak sesuai prosedur dapat merusak citra dan kepercayaan publik.

Karena itu, seluruh personel diminta menampilkan pelayanan yang profesional, simpatik, ramah, sopan, tegas, dan terukur selama operasi berlangsung.

Ia juga mengingatkan bahwa ketertiban lalu lintas tidak boleh bergantung pada kehadiran petugas di jalan.

Menurutnya, kesadaran dan tanggung jawab setiap pengguna jalan harus menjadi fondasi utama pembentukan budaya tertib berlalu lintas.

“Ketertiban berlalu lintas bukan semata-mata karena adanya petugas, melainkan karena tumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab dari setiap individu. Karena itu, kita harus terus membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Polda Sulsel menetapkan pendekatan preemtif dan preventif sebagai langkah utama operasi. Petugas akan mengutamakan edukasi persuasif dan humanis, disertai teguran simpatik serta penegakan hukum elektronik melalui ETLE statis maupun mobile.

Jajaran juga diminta melakukan pemetaan lokasi rawan pelanggaran dan kecelakaan, memperkuat kampanye safety riding dan safety driving, serta meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait.

Langkah ini dimaksudkan agar penindakan lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan kesan represif semata.

Selama operasi, petugas memprioritaskan delapan pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan fatal, yaitu:
– Menggunakan ponsel saat berkendara.
– Mengemudikan atau mengendarai kendaraan di bawah umur.
-:Berboncengan lebih dari satu orang pada sepeda motor.
– Tidak memakai helm standar atau sabuk pengaman.
– Berkendara dalam pengaruh alkohol.
Melawan arus atau contra flow.
– Melebihi batas kecepatan.
– Mengoperasikan kendaraan over dimension over loading (ODOL).

Kapolda menegaskan seluruh penanganan terhadap delapan sasaran tersebut harus tetap profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan. Operasi Patuh Pallawa 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat kepatuhan masyarakat sekaligus menjaga kualitas pelayanan Polri di jalan. (*)

Ditlantas Polda Sulsel
Share. Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Previous ArticleWaduh, Nama Kasatlantas Polres Bone Dicatut Penipu!

Berita Lainnya

Waduh, Nama Kasatlantas Polres Bone Dicatut Penipu!

Oktober 25, 2026

18 Remaja Dibina di SPN Polda Sulsel Tolak Kekerasan

Oktober 25, 2026

Komunikasi Dua Arah, Kapolda Sulsel Ajak Warga Tamalanrea Kolaborasi

Oktober 21, 2026
Berita Terbaru

Operasi Patuh Pallawa 2026 Dimulai, Kapolda Sulsel Minta Petugas Hindari Konta Produktif di Lapangan

Oktober 26, 2026

Waduh, Nama Kasatlantas Polres Bone Dicatut Penipu!

Oktober 25, 2026

EDITORIAL: Operasi Patuh 2026, Tilang Wajib Diawasi Provos!

Oktober 25, 2026

18 Remaja Dibina di SPN Polda Sulsel Tolak Kekerasan

Oktober 25, 2026
  • HUKUM

Ops Patuh 2026 Dimulai 26 Oktober, Satlantas Polres Bone Siap Tertibkan Pengguna Jalan

Oktober 24, 2026

Siap-siap Polda Sulsel Bakal Gelar Operasi Patuh Pallawa 2026!

Oktober 22, 2026

ANALISIS: Ketika “EWAKO” Diuji Aksi Perang Kelompok

Oktober 18, 2026

Kapolda Sulsel Kunjungi Brimob: Pahami Perkembangan Strategis, Regional Maupun Global

Oktober 15, 2026
Copyright © 2017. LANTAS INFO RhynaldKing.
  • Redaksi
  • Home

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.