Close Menu
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Home»Hukum»Ditlantas Polda Sulsel Genjot Penindakan ETLE, Januari hingga Februari 2026 ‘Tangkap’  312.535 Pelanggaran
Hukum

Ditlantas Polda Sulsel Genjot Penindakan ETLE, Januari hingga Februari 2026 ‘Tangkap’  312.535 Pelanggaran

By March 8, 2026No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
Share
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link

 MAKASSAR– Polda Sulsel mencatat  1.407 kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di seluruh wilayah hukumnya selama Januari hingga Februari 2026. Terdata 117 korban meninggal dunia , 58 luka berat, 1.835 luka ringan.

‎Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol.Pria Budi SIK, MH melalui Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulsel, AKBP Dr. Amin Toha, SH, MH, menjelaskan, hasil analisis dan evaluasi Atua Anev menempatkan Polres Makassar, Bone, Maros, Bulukumba, dan Gowa sebagai lima polres dengan kuantitas kejadian tertinggi, sementara berdasarkan kualitas fatalitas, Pinrang, Luwu Utara, Luwu Timur, Wajo, dan Maros mendominasi.

‎”Data ini menjadi cerminan tantangan kita di awal tahun, terutama di wilayah urban dan pedesaan rawan,” ungkap Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda.Sulsel.

Dijelaskan, pada penindakan pelanggaran lalu lintas tetap gencar melalui sistem ETLE yang menangkap 312.535 pelanggar kendaraan bermotor (ranmor),  memvalidasi 6.203, mengirim 5.883 surat tilang, dengan 115 tertagih dan 16 terbayar, ditambah 1.488 tilang konvensional manual serta 4.000 blokir kendaraan

‎”Meski demikian, tingkat konfirmasi hanya 107 menunjukkan perlunya sosialisasi lebih masif,” tambah Amin Toha.

Untuk Polres Pelabuhan Makassar, Toraja Utara, Selayar, Parepare, dan Bantaeng justru mencatat kejadian terendah, menjadi contoh sukses pengawasan.

Sementara dalam mewujudkan zero tolerance, Penggelaran e-turjawali pun impresif dengan 18.900 giat secara keseluruhan, pengaturan lalu lintas 8.657 giat, penjagaan 4.341, pengawalan 1.620, dan patroli 4.372 dipimpin Polestabes Makassar, Res Bone, Lutra, Gowa, dan Sidrap, sementara Luwu hingga Pinrang perlu ditingkatkan.

‎ “Kami apresiasi jajaran yang unggul, tapi zero tolerance pelanggaran harus jadi prioritas semua,” tegas AKBP Amin Toha.

‎Menjelang puncak arus mudik Lebaran dan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Polda Sulsel menggelar edukasi masif tertib berlalu lintas guna tekan angka fatalitas secara signifikan.

“Gunakan helm SNI yang berkualitas, patuhi batas kecepatan 80 km/jam di jalan tol dan 60 km/jam di arteri, istirahat minimal 15 menit setiap 2 jam berkendara untuk cegah fatigue, serta lakukan cek kendaraan lengkap termasuk rem, ban, oli, dan lampu rem sebelum mudik.

‎Langkah preventif ini terbukti bisa kurangi MD hingga 30% berdasarkan tren nasional tahun-tahun sebelumnya,” imbau kasubdit gakkum, seraya menambahkan bahwa pelanggaran utama seperti tidak pakai helm SNI mendominasi data periode lalu.

Menghadapi arus mudik lebaran, terus  dilakukan upaya kolaboratif melibatkan peningkatan patroli presisi dan kampanye digital untuk masyarakat.

“Kami optimis dengan komitmen bersama, mudik Lebaran 2026 bisa zero accident di Sulsel,” pungkas AKBP Dr. Amin Toha SH, MH. (*)

Ditlantas Polda Sulsel
Share. Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram

Related Posts

Antrean BBM Mengular, Polresta Gowa Turunkan Sabhara dan Satlantas

September 11, 2026

Polantas KARIB Jadi Sarana Edukasi Keselamatan Lalu Lintas bagi Pelajar

September 10, 2026

KOLOM: Panic Buying atau Panic Trust? Di Balik Narasi Antrian BBM di Sulsel!

September 10, 2026
LANTAS INFO
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Telegram
© 2026 LANTAS INFO RhynaldKing.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.