Close Menu
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Home»Nasional»Hegemoni Keselamatan dalam Ritual Mudik Tahunan dengan Tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”
Nasional

Hegemoni Keselamatan dalam Ritual Mudik Tahunan dengan Tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”

By February 22, 2026No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
Share
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link

JAKARTA– Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, di bawah kepemimpinan Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” sebagai mandat strategis menyambut arus mudik Lebaran 2026.

Pendekatan ini merepresentasikan paradigma keselamatan berbasis humanisme, di mana keamanan perjalanan ditempatkan sebagai prasyarat esensial bagi kebahagiaan kolektif, mengonstruksi mudik tidak hanya sebagai ritual tahunan, melainkan sebagai praktik sakral yang memperkuat kohesi sosial.

Diketahui, tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” yang akan diluncurkan pada 3 Maret 2026.

Narasi resmi Kakorlantas Polri ini mencerminkan strategi komunikasi institusional yang mengintegrasikan imperatif keamanan dengan nilai budaya Lebaran, sebagaimana ditegaskan dalam tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” yang akan diluncurkan pada 3 Maret 2026.

Pendekatan ini, selaras dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengadopsi model pelayanan humanis-profesional, di mana keselamatan diframing sebagai tanggung jawab bersama (shared responsibility), bukan sekadar regulasi negara.

Secara struktural, narasi membangun argumen kausal, tanpa prioritas keselamatan melalui persiapan kendaraan laik jalan, kondisi fisik prima, dan disiplin lalu lintas kebahagiaan keluarga menjadi ilusi sempurna.

Ini mengadopsi logika Aristotelian ethos-pathos, di mana otoritas Korlantas (ethos) memanfaatkan emosi silaturahmi (pathos) untuk mendorong kepatuhan rasional (logos). Variasi slogan seperti “Mudik Aman, Perjalanan Nyaman, Lebaran Pun Makin Berkesan” memperkaya resonansi emosional, mengubah mudik dari potensi risiko kecelakaan menjadi narasi empati dan ketertiban.

Implikasi kebijakan terlihat pada sinergi multi stakeholder dengan rekayasa lalu lintas, pos pengamanan, dan kolaborasi dengan pengusaha angkutan umum (sebagaimana terkait berita terkait).

Pendekatan ini mengurangi asimetri informasi, meminimalkan insiden melalui rekayasa proaktif, dan mereproduksi norma sosial tertib. Kritik potensial muncul pada reduksi data empiris seperti statistik kecelakaan tahun sebelumnya yang absen, menjadikan narasi lebih persuasif daripada evidensial, meski efektif dalam membangun konsensus publik.

Narasi ini bakal sukses sebagai alat soft power Polri, mentransformasikan pengamanan mudik menjadi hegemoni budaya keselamatan, di mana kebahagiaan keluarga bergantung pada disiplin kolektif.

Diketahui

Ditlantas Polda Sulsel
Share. Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram

Related Posts

Antrean BBM Mengular, Polresta Gowa Turunkan Sabhara dan Satlantas

September 11, 2026

Polantas KARIB Jadi Sarana Edukasi Keselamatan Lalu Lintas bagi Pelajar

September 10, 2026

KOLOM: Panic Buying atau Panic Trust? Di Balik Narasi Antrian BBM di Sulsel!

September 10, 2026
LANTAS INFO
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Telegram
© 2026 LANTAS INFO RhynaldKing.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.