MAKASSAR– Polda Sulawesi Selatan mencatat, hasil analisis dan evaluasi H+8 pelaksanaan Satgas Kamseltibcarlantas Operasi Lilin Pallawa 2025, periode 20-27 Desember 2025, menunjukkan tren peningkatan signifikan pada berbagai giat dikmas lantas preemtif dan preventif dibandingkan periode sama tahun 2024.
Sementara itu, penindakan represif melalui dakgar lantas mencatat kenaikan tilang ETLE hingga 198 persen, meski tilang konvensional turun drastis.
Pada ranah dikmas lantas preemtif, pemasangan baliho melonjak 100 persen menjadi 7.905 kali, penyebaran pamflet naik 22 persen menjadi 30.243 kali, serta penyebaran atau pemasangan materi lainnya meningkat 77 persen menjadi 30.079 kali.
Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol. Karsiman melalui Kasubdit Gakkum, AKBP Dr. Amin Toha, SH, MH, Minggu (28/12), menjelaskan kenaikan ini menandakan intensifikasi upaya edukasi pra-libur akhir tahun untuk mencegah pelanggaran lalu lintas.
“Giat preventif juga menunjukkan kemajuan pesat,” ucap Amin Toha.
Dijelaskan, Sterilisasi tempat ibadah dilakukan 1.375 kali, koordinasi dengan pemilik tempat wisata mencapai 1.198 kali, serta koordinasi dengan panitia perayaan malam tahun baru sebanyak 754 kali, semuanya naik 100 persen dari nol pada 2024.
Pengamanan berupa pengaturan, penjagaan, dan patroli di lokasi-lokasi tersebut mencapai 9.023 kali, juga naik 100 persen.Di sisi represif, dakgar lantas melalui ETLE menangkap 3.293 pelanggar, naik 198 persen dari 1.105 pada 2024.
Sementara tilang konvensional hanya 24 kasus (turun 90 persen) dan teguran 2.881 kali (turun 40 persen). Untuk lakalantas, terjadi 131 kejadian (naik 10 persen), korban meninggal dunia (MD) turun 50 persen menjadi 6 orang, korban luka berat (LB) naik 300 persen menjadi 8 orang, korban luka ringan (LR) naik 10 persen menjadi 170 orang.
“Kita berharap tujuan Operasi Lilin 2025 bisa sukses dengan menjaga rasa aman, tertib, dan selamat bagi masyarakat, khususnya bagi yang merayakan natal dan Tahun Baru,” pungkas Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulsel. (*)
