MAKASSAR– Senin pagi (19/10), sekitar Pukul 06.30 WITA, saat sebagian besar warga Makassar masih sibuk menyiapkan aktivitas pagi, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., sudah berada di tengah hiruk-pikuk lalu lintas.
Bersama pejabat utama (PJU) Polda Sulsel, ia turun langsung ke titik-titik rawan kemacetan untuk melakukan penjagaan dan pengaturan arus kendaraan.
Kapolda bersama pejabat utama serta jajaran Kapolres tidak hanya memantau dari kendaraan dinas, tetapi ikut membantu mengarahkan pengendara, mengurai kepadatan, serta memastikan kelancaran, keselamatan, dan ketertiban pengguna jalan.
Pagi hari, ketika warga berangkat kerja dan mengantar anak ke sekolah, menjadi momen yang dipilih untuk menguji kedekatan Polri dengan masyarakat.
Untuk menjangkau titik-titik strategis, Polda Sulsel mengerahkan tujuh tim di Makassar. Tim 1 dipimpin langsung Kapolda bersama Dirintelkam, Dirsamapta, Dirlantas, dan Dansatbrimob di sekitar SMP Negeri 3 Makassar, Jalan Baji Gau.
Di lokasi itu, Kapolda tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga melanjutkan kegiatan sebagai Pembina Upacara Bendera sekaligus memberikan arahan dan motivasi kepada para siswa.
Tim lainnya tersebar di sejumlah ruas rawan kemacetan. Wakapolda Sulsel memimpin Tim 2 bersama Dirreskrimsus, Kabid Humas, dan Dirpamobvit di Jalan Pasar Ikan, kawasan Kayu Bangkoa. Tim 3 yang terdiri atas Irwasda, Dirreskrimum, Karumkit, dan Kabid TIK bertugas di Jalan Kajoalido, tepat di depan SMA Athirah.
Sementara itu, Tim 4 yang melibatkan Karoops, Dirresnarkoba, Kabidlabfor, dan Kaspn ditempatkan di Jalan Gunung Bawakaraeng, kawasan Pasar Terong. Tim 5, beranggotakan Karolog, Dirres PPA dan PPO, Dirpolairud, serta Kasetum, mengatur arus di Jalan Masjid Raya. Tim 6 yang melibatkan Karosdm, Dirbinmas, Kabiddokkes, dan Plt. Kabidpropam berada di Jalan A.P. Pettarani, di depan MAN/MTsN.
Adapun Tim 7, terdiri atas Karorena, Kabidkeu, Kabidkum, Dirtahti, dan Kayanma, bertugas di Jalan Bontolempangan, sekitar SD Mangkura.
Setelah menuntaskan pengaturan lalu lintas, para pejabat melanjutkan tugas sebagai Inspektur Upacara di sejumlah sekolah di Kota Makassar.
Kehadiran mereka di sekolah menjadi ruang lain untuk membangun kedekatan, sekaligus menanamkan pesan keselamatan dan ketertiban sejak dini kepada generasi muda.
Kapolda Sulsel menegaskan bahwa kehadiran personel Polri di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dan memberikan pelayanan secara langsung.
“Ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan,” ujarnya.
Melalui tagline “Polisi Bersama Masyarakat” dengan semangat EWAKO Kapolda menekankan bahwa masyarakat harus menjadi orientasi utama dalam setiap tugas Polri.
“Maknanya sangat jelas, masyarakat ditempatkan sebagai orientasi tugas Polri. Kita harus hadir untuk mendengar, melayani, dan melindungi. Kita hadirkan Polda Sulawesi Selatan yang semakin dekat dengan masyarakat, kita layani masyarakat dengan empati, kita jaga Sulawesi Selatan dengan penuh kewaspadaan, kita tegakkan hukum secara adil, dan kita selesaikan persoalan secara kolaboratif,” tegasnya.
Dari ruas jalan yang padat hingga halaman sekolah, semangat EWAKO—Empati, Waspada, Adil, dan Kolaboratif—diuji bukan di atas kertas, melainkan di tengah kehidupan masyarakat. (*)


