KUPANG– Rekrutmen anggota Polri untuk Tahun Anggaran 2026 di wilayah Polda Nusa Tenggara Timur menghadirkan kabar positif, kuota penerimaan Bintara dan Tamtama naik signifikan, membuka peluang lebih luas bagi putra-putri NTT untuk bergabung dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kabar kenaikan kuota itu disampaikan saat Sidang Terbuka Penentuan Kelulusan Akhir Seleksi Penerimaan Terpadu Anggota Polri TA 2026, yang dipimpin Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H. Acara yang berlangsung di Aula Rupatama Polda NTT pada Jumat (3/7/2026).

Kegiatan itu juga dihadiri Irwasda Kombes Pol Enriko Sugiharto Silalahi, S.I.K., M.Kn., dan Karo SDM Kombes Pol Dr. Juli Agung Pramono, S.I.K., M.Si.
Hadir pula pejabat utama Polda NTT, tim seleksi, pengawas dari dalam dan luar institusi, serta perwakilan orang tua peserta sebagai wujud komitmen pelaksanaan rekrutmen yang menerapkan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, Humanis).

Wakapolda menjelaskan awalnya Polda NTT hanya mendapatkan alokasi 72 kursi Bintara pria berdasarkan DIPA. Namun setelah upaya koordinasi dengan Mabes Polri, terjadi penambahan kuota sehingga total penerimaan Bintara menjadi 185 orang, terdiri atas 165 Bintara pria dan 20 Polwan.

“Kuota yang semula 72 bertambah sehingga kini menjadi 165 untuk Bintara pria kenaikan sekitar 110 persen yang patut disyukuri,” kata Brigjen Faizal, seraya mengapresiasi kerja keras Kapolda dan panitia serta kepercayaan Mabes Polri.

Selain Bintara, Polda NTT juga mengumumkan kelulusan 63 calon Tamtama, yakni 59 untuk Brimob dan 4 untuk Polair.

Wakapolda menekankan bahwa penambahan ini merupakan bentuk kepercayaan yang harus direspons dengan menghadirkan personel yang berintegritas dan profesional.

Ia mengingatkan para yang dinyatakan lulus agar tidak terlena dengan proses sesungguhnya dimulai saat mereka memasuki pendidikan pembentukan.

Wakapolda mengingatkan pentingnya menjaga perilaku dan kesehatan, serta menegaskan panitia berwenang mengganti peserta bila terjadi pelanggaran sebelum pendidikan dibuka.

Kepada orang tua, Wakapolda meminta agar terus mendampingi dan mengingatkan anak-anaknya untuk mempersiapkan kondisi fisik dan mental menjelang pendidikan pembentukan.

Para calon yang lulus dijadwalkan memulai pendidikan pada 20 Juli 2026 dengan durasi sekitar lima bulan. Untuk Bintara PTU, Rekpro, dan Bakomsus, pendidikan akan dilaksanakan di SPN Polda NTT, Bintara Intelijen mengikuti Pusdik Intel di Soreang, Jawa Barat; dan 20 Polwan akan berlatih di Sepolwan Lemdiklat Polri, Jakarta. Pendidikan bagi 63 Tamtama akan digelar di SPN Polda Kalimantan Selatan dan SPN Polda DIY sesuai penempatan Mabes.

Karo SDM Polda NTT melaporkan antusiasme tinggi: 3.483 pendaftar daring (2.867 pria, 616 wanita). Setelah verifikasi administrasi, 2.878 peserta dinyatakan memenuhi syarat.

Menjelang sidang kelulusan akhir tersisa 276 peserta (212 calon Bintara, 64 calon Tamtama). Berdasarkan peringkat nasional dan kuota dari Mabes, sebanyak 185 Bintara dan 63 Tamtama dinyatakan lulus.

Di akhir sambutan, Wakapolda memberi semangat bagi yang belum lolos agar tetap berusaha dan mempersiapkan diri untuk kesempatan berikutnya, sementara yang lulus diharapkan menunjukkan dedikasi menjadi anggota Polri yang membanggakan masyarakat NTT. (*)

Berita Terkait