MAKASSAR– Polantas Menyapa menyasar sejumlah warga kurang mampu yang beraktivitas di pinggir jalan raya yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas. Kegiatan ini digelar di beberapa  ruas jalan utama Kota Makassar, Kamis (22/7), dengan tujuan menekan potensi kecelakaan sekaligus membantu masyarakat yang rentan secara ekonomi.

Aksi kemanusiaan ini memadukan edukasi keselamatan lalu lintas dengan pembagian bantuan kebutuhan pokok kepada pengguna jalan dan pedagang kaki lima.

Kegiatan Polantas Menyapa dengan konsep Mappatabe dipimpin oleh perwira Subdit Gakkum Ditlantas Polda Sulsel, AKP Siswaji, yang memimpin langsung tim polisi lalu lintas dalam aksi lapangan.

Dalam sambutannya, AKP Siswaji menekankan bahwa kehadiran polisi di jalan tidak hanya untuk menegakkan aturan, tetapi juga untuk memberi perlindungan dan kepedulian.

“Hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dengan peluit dan arahan, tapi dengan uluran tangan,” ujarnya.

Selain pembagian paket sembako, tim juga memberi pengarahan singkat tentang perilaku aman di jalan: memakai helm bagi pengendara sepeda motor, menyeberang di tempat aman, serta menjaga jarak dari lalu lintas padat. Petugas membagikan selebaran berisi tips keselamatan dan melakukan dialog singkat dengan warga untuk memahami kendala yang mereka hadapi.

Pendekatan humanis ini dirancang agar pesan keselamatan lebih mudah diterima oleh kelompok yang sehari-harinya bekerja di tepi jalan.

Sementara, warga penerima bantuan menyambut positif inisiatif tersebut. Seorang penjual keliling yang enggan disebut namanya mengatakan bantuan sembako dan nasihat polisi membuatnya merasa diperhatikan.

“Kami sering kerja di pinggir jalan, takut kecelakaan, senang kalau polisi datang untuk mengingatkan dan membantu,” kata.Siswaji.

Respons serupa datang dari beberapa tukang ojek pangkalan yang berharap kegiatan serupa rutin digelar.

Polantas Menyapa konsep Mappatabe ini dipandang sebagai upaya pencegahan terpadu: menggabungkan penegakan hukum, edukasi, dan bantuan sosial untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama aparat penegak hukum dan warga sama-sama berkepentingan menjaga keselamatan publik. (*)

Berita Terkait