Makassar — Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., menekankan pentingnya moral, integritas, dan profesionalisme saat membuka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Lapangan SPN Polda Sulsel, Selasa (20/07/2026).

Dalam amanat yang dibacakan secara langsung, Kapolda menyampaikan selamat kepada 140 peserta didik yang lolos seleksi dan resmi mengikuti pendidikan di SPN Polda Sulsel.

“Saudara adalah putra-putri terbaik bangsa yang telah menyisihkan ribuan pendaftar. Jalani pendidikan ini dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Kapolda menegaskan bahwa moral dan integritas harus menjadi fondasi utama setiap insan Bhayangkara.

Ia mengingatkan bahwa tanpa keduanya, kewenangan kepolisian berisiko disalahgunakan dan dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Moral dan integritas bukan sekadar slogan, melainkan syarat mutlak agar tugas kepolisian dilaksanakan dengan adil dan bertanggung jawab,” ujar Irjen Djuhandhani.

Lebih jauh, Kapolda mengaitkan peran Polri dengan program pemerintah, menyebut dukungan institusi kepolisian terhadap program kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi produktif-inklusif sebagai bagian dari tugas untuk mewujudkan “tata tentram kerta raharja”.

Menurutnya, keamanan yang terjaga menjadi prasyarat bagi aktivitas ekonomi yang aman, tertib, dan berkeadilan.

Kapolda juga memaparkan bahwa pendidikan tahun ini mengusung tema “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.”

Ia menekankan penerapan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang menempatkan capaian akhir lulusan sebagai fokus utama, sehingga pengukuran keberhasilan pendidikan didasarkan pada kemampuan, sikap, dan standar kinerja yang dapat diimplementasikan di lapangan.

“Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari penyelesaian materi, tetapi dari sejauh mana peserta mampu memahami dan mengimplementasikan tugas pokoknya secara profesional,” kata Kapolda, seraya meminta peserta untuk disiplin, menjunjung tinggi moralitas, dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.

Upacara pembukaan turut dihadiri Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol. Hartoyo, S.I.K., M.H., para pejabat utama Polda Sulsel, serta jajaran pendidik dan pengasuh SPN.

Sebanyak 140 peserta didik yang mengikuti pendidikan kali ini berasal dari beberapa satuan, yakni Polda Sulsel 60 orang, Log Polri 1 orang, Polda Sultra 10 orang, Polda Sulteng 23 orang, Polda Sulut 34 orang, dan Polda Gorontalo 12 orang.

Kapolda menutup amanatnya dengan harapan agar seluruh peserta menjadi anggota Polri yang profesional, modern, dan terpercaya, serta mampu menjaga kepercayaan masyarakat melalui perilaku yang bermoral dan berintegritas. (*)

Berita Terkait