Close Menu
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, Oktober 21
  • Redaksi
  • Home
Facebook X (Twitter) LinkedIn VKontakte
LANTAS INFOLANTAS INFO
Banner
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Home»Nasional»Dari Tilang ke Penyelamatan: Strategi Jitu Transformasi Polantas Turunkan Angka Lakalantas
Nasional

Dari Tilang ke Penyelamatan: Strategi Jitu Transformasi Polantas Turunkan Angka Lakalantas

Lantas InfoBy Lantas InfoOktober 2, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
Share
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link

JAKARTA – Korlantas Polri menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan keselamatan jalan raya.

Dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Ditlantas Polda jajaran Tahun Anggaran 2025, Direktur Penegakkan Hukum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal mengumumkan capaian signifikan, angka kecelakaan dan fatalitas korban menurun secara konsisten sepanjang 2024 hingga memasuki 2025.

Penurunan ini bukan terjadi secara kebetulan. Menurut Brigjen Faizal, hasil tersebut diperoleh berkat strategi terpadu yang menggabungkan pendekatan preemtif, preventif, hingga respons cepat di lapangan.

“Jumlah penduduk dan kendaraan terus bertambah setiap tahun, tapi kecelakaan justru bisa kita tekan. Artinya upaya kita berhasil,” tegasnya, Rabu (1/10).

PPGD Jadi Senjata Utama, bukan Sekadar Menilang, Tapi Menyelamatkan Nyawa

Salah satu fokus utama Rakor adalah peningkatan kemampuan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD).

Korlantas menggandeng tenaga ahli Kementerian Kesehatan untuk melatih langsung personel lalu lintas agar mampu bertindak cepat saat detik-detik kritis terjadi di lokasi kecelakaan.

“Polantas hari ini tidak hanya menegakkan hukum, tapi menjadi first responder yang mampu menyelamatkan korban,” ujar Brigjen Faizal.

Sementara pelayanan humanis, pengawalan Ambulans Dipastikan Tetap Berjalan

Menjawab polemik kebijakan pembatasan strobo dan sirine, Korlantas meluruskan bahwa pengawalan untuk ambulans, pemadam kebakaran, hingga kendaraan kemanusiaan tetap diwajibkan.

“Instruksi Kakorlantas jelas: rumah sakit, puskesmas, atau pihak mana pun yang butuh pengawalan, layani tanpa ragu,” kata Faizal.

Diketahui, laporan pengawalan kini dikirim setiap hari ke pimpinan sebagai bukti transparansi dan konsistensi pelayanan publik.

Demikian halnya dari Penegakan hukum ke edukasi kesadaran, meski penindakan tetap dilakukan terhadap pelanggaran berat, Korlantas tidak ingin hanya mengandalkan tilang sebagai solusi.

“Yang kita kejar bukan banyaknya sanksi hukum, tapi tumbuhnya kesadaran berkendara dari diri sendiri,” tegas Faizal.

Program edukasi keselamatan, forum diskusi di daerah, hingga kampanye safety riding kini diperluas hingga level kabupaten dan desa.

Rakornis kali ini tak hanya menjadi agenda tahunan, melainkan konsolidasi besar menuju transformasi Polantas yang lebih modern, responsif, dan empatik.

Dengan turunnya angka fatalitas dan meningkatnya kualitas layanan, Polantas membuktikan bahwa keselamatan adalah kerja nyata, bukan slogan.

Capaian Korlantas Polri dalam menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas sepanjang 2024–2025 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Tak hanya dari internal kepolisian, pengamat transportasi dan kelompok masyarakat sipil juga mengakui perubahan nyata di lapangan.

Pengamat keselamatan transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Ir. Bambang Prihantoro, menilai Polantas kini jauh lebih proaktif dan humanis.

“Dulu polisi lalu lintas dikenal hanya sebagai ‘penindak’. Sekarang mereka hadir sebagai penjaga keselamatan. Penurunan fatalitas bukan kebetulan, tapi hasil dari respon cepat dan pelatihan PPGD,” ujarnya.

Sejumlah aktivis pun soal Keselamatan mengakui, kesuksesan Polisi yang diharapkan.

Direktur Eksekutif Safety Road Watch, Lilis Wahyuni, menilai program pengawalan ambulans dan pelibatan Kemenkes dalam pelatihan PPGD adalah terobosan besar.

“Bagi kami, keberhasilan polisi bukan di jumlah tilang—tetapi berapa nyawa yang berhasil diselamatkan. Dan tahun ini kita mulai melihat hasilnya,” tegas Lilis.

Sejumlah warga juga mulai merasakan langsung perbedaan layanan Polantas di lapangan.

Slamet, sopir ambulans di Bekasi, mengaku kini lebih mudah meminta pengawalan.

“Dulu kalau minta pengawalan harus cari-cari nomor sendiri. Sekarang cukup telepon pos lalu lintas, lima menit polisi datang,” katanya.

Yang jelas, polantas bukan hanya penjaga lalu lintas, mereka kini adalah penjaga kehidupan. (*)

Ditlantas Polda Sulsel
Share. Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Previous ArticleEditorial: Polantas Menyapa, Antara Janji Humanis dan PR Besar di Jalan Raya
Next Article Kolom: Hanya Polri yang Bakal Direformasi. Apakah Lembaga Lainnya Sudah Berjalan Sesuai Mandat Rakyat?

Berita Lainnya

EDITORIAL: Kapolri dan Menhub, Dari Rapat ke Kesiapan Nataru

Oktober 21, 2026

Kakorlantas Polri: Polantas Kawal Distribusi BBM

Oktober 19, 2026

Kakorlantas Polri: Tugas Polantas Harus Berdampak Nyata

Oktober 15, 2026
Berita Terbaru

EDITORIAL: Kapolri dan Menhub, Dari Rapat ke Kesiapan Nataru

Oktober 21, 2026

Komunikasi Dua Arah, Kapolda Sulsel Ajak Warga Tamalanrea Kolaborasi

Oktober 21, 2026

Kapolda Sulsel Monitoring Unjuk Rasa Dua Tahun Prabowo-Gibran

Oktober 20, 2026

Tingkatkan Sinergi dengan Media, Kapolda Sulsel: Siap Tampung Kritik!

Oktober 19, 2026
  • HUKUM

ANALISIS: Ketika “EWAKO” Diuji Aksi Perang Kelompok

Oktober 18, 2026

Kapolda Sulsel Kunjungi Brimob: Pahami Perkembangan Strategis, Regional Maupun Global

Oktober 15, 2026

Diduga Sabu Terselip di Saku Jaket, Pria di Keera Diamankan Satlantas Polres Wajo

Oktober 12, 2026

Polrestabes Makassar Sita 340 Motor, 245 Knalpot Brong, Ringkus 19 Remaja Tawuran

Oktober 8, 2026
Copyright © 2017. LANTAS INFO RhynaldKing.
  • Redaksi
  • Home

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.