Close Menu
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, Oktober 25
  • Redaksi
  • Home
Facebook X (Twitter) LinkedIn VKontakte
LANTAS INFOLANTAS INFO
Banner
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Home»Hukum»Dugaan Penganiayaan Aktivis oleh Oknum Kades di Manggarai Timur Masuk Tahap Klarifikasi
Hukum

Dugaan Penganiayaan Aktivis oleh Oknum Kades di Manggarai Timur Masuk Tahap Klarifikasi

Lantas InfoBy Lantas InfoApril 15, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
Share
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link

Manggarai Timur — Penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang aktivis yang melibatkan oknum kepala desa di Kabupaten Manggarai Timur mulai bergerak ke tahap klarifikasi oleh aparat kepolisian.

Perkara ini kini ditangani Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sambi Rampas setelah laporan resmi diterima dan ditindaklanjuti penyelidikan awal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/04/IV/2026/PAMAPTA/SEK S. RAMPAS/RES MATIM TIMUR.

Menindaklanjuti laporan itu, penyidik telah menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor Sp.Lidik/24/IV/2026/Unit Reskrim Polsek Sambi Rampas tertanggal 10 April 2026 sebagai dasar hukum untuk mengumpulkan keterangan dan alat bukti.

Pada Selasa, 14 April 2026, korban bernama Sugianto bersama dua saksi masing-masing berinisial NP (19) dan Z (30) memenuhi panggilan klarifikasi di Polsek Sambi Rampas.

Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik guna menguatkan konstruksi peristiwa yang dilaporkan.

Saksi Z mengaku menyaksikan langsung insiden yang diduga melibatkan Kepala Desa Nanga Mbaur berinisial WJ. “Saya memberikan keterangan sesuai yang saya lihat. Memang terjadi penganiayaan, dan saya sempat berupaya melerai,” ujarnya usai pemeriksaan.

Kasus ini memantik perhatian publik lantaran terduga pelaku merupakan pejabat desa aktif.

Sejumlah kalangan menilai tindakan tersebut mencederai etika kepemimpinan di tingkat lokal.

Aktivis Nanga Mbaur, Sadam Husein, menegaskan bahwa kritik masyarakat merupakan bagian dari kontrol demokratis terhadap jalannya pemerintahan desa. “Merespons kritik dengan kekerasan bukan hanya bentuk pembungkaman, tetapi juga berpotensi menjadi tindak pidana,” katanya.

Di sisi lain, keluarga korban menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum. Orang tua korban, Muhammad Ali, menyatakan pihak keluarga memilih menempuh jalur hukum dan menahan diri dari tindakan di luar koridor hukum.

“Kami percaya kepolisian akan menangani perkara ini secara profesional, berintegritas, dan memberikan rasa keadilan,” ujarnya.

Hingga kini, penyidik masih mendalami keterangan para pihak serta mengumpulkan bukti tambahan guna menentukan langkah hukum selanjutnya dalam perkara tersebut. (*)

. Ditlantas Polda Sulsel
Share. Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Previous ArticleSatlantas Polres Bersama UPT Samsat Bone Gelar Penertiban Pajak Kendaraan Bermotor
Next Article Hoaks Pemutihan Pajak Kendaraan 2026: Korlantas Bantah AkunTikTok @kantorsamsat12

Berita Lainnya

Ops Patuh 2026 Dimulai 26 Oktober, Satlantas Polres Bone Siap Tertibkan Pengguna Jalan

Oktober 24, 2026

Siap-siap Polda Sulsel Bakal Gelar Operasi Patuh Pallawa 2026!

Oktober 22, 2026

ANALISIS: Ketika “EWAKO” Diuji Aksi Perang Kelompok

Oktober 18, 2026
Berita Terbaru

Sukseskan Operasi Patuh 2026. “Patuh Karena Sadar, Bukan Karena Takut”

Oktober 24, 2026

Masyarakat Adat Desak Kejari Usut Dugaan Mafia Tanah di Lingko Lasi

Oktober 24, 2026

Ops Patuh 2026 Dimulai 26 Oktober, Satlantas Polres Bone Siap Tertibkan Pengguna Jalan

Oktober 24, 2026

KOLOM: Polantas yang Memberi Arti, Dari Kehadiran Menuju Kepatuhan

Oktober 23, 2026
  • HUKUM

Ops Patuh 2026 Dimulai 26 Oktober, Satlantas Polres Bone Siap Tertibkan Pengguna Jalan

Oktober 24, 2026

Siap-siap Polda Sulsel Bakal Gelar Operasi Patuh Pallawa 2026!

Oktober 22, 2026

ANALISIS: Ketika “EWAKO” Diuji Aksi Perang Kelompok

Oktober 18, 2026

Kapolda Sulsel Kunjungi Brimob: Pahami Perkembangan Strategis, Regional Maupun Global

Oktober 15, 2026
Copyright © 2017. LANTAS INFO RhynaldKing.
  • Redaksi
  • Home

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.