MAKASSAR– Front Kesatuan Mahasiswa Indonesia (FKMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan dan Lapas Kelas I Makassar, Rabu (14/7).

Massa menuntut pengusutan dugaan peredaran narkotika yang menurut mereka masih berlangsung di lingkungan Lapas Kelas I Makassar.

Dalam orasinya, Jendral Lapangan FKMI menyatakan bahwa peredaran narkotika di dalam lapas merupakan persoalan serius yang tidak boleh diabaikan.

FKMI menuding bahwa aktivitas tersebut dikendalikan oleh seorang narapidana bernama Aji Martono, penghuni Kamar I2 Nomor 6, dan diduga berjalan secara terorganisir.

Massa juga meminta agar aparat menyelidiki kemungkinan keterlibatan oknum petugas lapas.

“Saya tegaskan, jika dugaan ini benar, maka hal tersebut merupakan pengkhianatan terhadap upaya pemberantasan narkotika dan mencoreng citra lembaga pemasyarakatan. Kami mendesak Ditjenpas Sulsel dan aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat, serta memberi sanksi tegas sesuai ketentuan hukum,” ujar Mardi dalam orasinya.

FKMI juga mendesak evaluasi menyeluruh pada sistem pengawasan Lapas Kelas I Makassar agar tidak lagi ada celah bagi praktik yang diduga melanggar hukum.

Organisasi mahasiswa itu menegaskan akan terus mengawal proses penyelidikan hingga pihak berwenang mengambil langkah nyata dan penanganan dilakukan secara terbuka, profesional, dan sesuai aturan.

Sebagai bentuk tekanan lanjutan, FKMI mengumumkan bakal kembali menggelar aksi pada Jumat mendatang dengan jumlah massa yang lebih besar jika tidak ada respons dari pihak berwenang.

Berita Terkait