JAKARTA– Arus mudik Lebaran 2025 menjadi tantangan besar yang memerlukan perencanaan matang dan kerja sama berbagai pihak.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyerukan pentingnya kesadaran masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini.

Perencanaan ini meliputi rute perjalanan, waktu tempuh, hingga tempat istirahat untuk menghindari penumpukan dan memastikan kenyamanan selama mudik.

Ajakan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan mudik yang aman, lancar, dan bebas dari hambatan yang bisa merusak momen berharga bersama keluarga.

Kakorlantas menegaskan komitmen Polri dalam mengamankan setiap jalur transportasi, baik jalan tol, jalur arteri, pelabuhan penyeberangan, maupun tempat wisata.

Upaya ini didukung oleh koordinasi intensif dengan stakeholder seperti Jasa Marga dan Kementerian Perhubungan, yang terus melakukan pemantauan melalui traffic counting.

Berdasarkan data tahun lalu, jumlah pemudik yang melintasi jalan tol menurun 6,1%, sementara penggunaan jalur arteri meningkat. Data ini menjadi pijakan untuk menyusun strategi yang lebih efektif tahun ini.

Namun, tantangan besar tetap ada. Penurunan kecelakaan sebesar 8% tahun lalu merupakan kabar baik, tetapi peningkatan fatalitas di jalan tol menunjukkan perlunya perhatian khusus.

Kakorlantas bersama stakeholder kini memprioritaskan langkah preventif dan edukatif untuk mengurangi risiko kecelakaan.

“Keselamatan menjadi pilar utama yang harus dikedepankan dalam Operasi Ketupat 2025,” ucap Kakorlantas Polri.

Operasi Ketupat 2025 akan digelar dalam dua skema, mencakup wilayah Jawa, Bali, Lampung, dan luar ketiga wilayah tersebut, dengan durasi operasi bervariasi mulai 23 Maret hingga 8 April.

Kebijakan “Work From Anywhere” yang diberlakukan dari 24 hingga 27 Maret diharapkan dapat mengurangi puncak arus mudik pada H-3 Lebaran.

Pemudik juga didorong untuk memanfaatkan kebijakan ini untuk memulai perjalanan lebih awal, mengurangi kepadatan di titik-titik rawan.

Tidak hanya itu, Kakorlantas mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan kendaraan mereka dengan baik dan menjaga kesehatan selama perjalanan.

“Perjalanan mudik tidak hanya soal mencapai tujuan, tetapi juga tentang memastikan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Disiplin berlalu lintas adalah kunci untuk menjaga harmoni di jalan raya,” tambahnya.

Pesan utama yang disampaikan dalam peluncuran program “Mudik Aman, Keluarga Nyaman” adalah kolaborasi antara masyarakat dan aparat di lapangan.

Pos pengamanan, pos pelayanan, dan pengawasan terpadu akan ditempatkan untuk memastikan kebutuhan pemudik terpenuhi.

Aparat Polri siap memberikan pelayanan terbaik untuk menghadirkan pengalaman mudik yang aman dan menyenangkan.

Mudik bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga cermin budaya bangsa. Dengan semangat gotong royong dan kesadaran bersama, momen Lebaran dapat menjadi perjalanan penuh makna yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Mari wujudkan mudik yang benar-benar membawa kebahagiaan tanpa duka di jalan raya.(*)

Berita Terkait