SURABAYA– Saat senja mulai menggantung di Surabaya, Lapangan Gedung Negara Grahadi menjadi saksi sebuah momentum besar.
Ratusan personel dari berbagai instansi berkumpul dalam formasi rapi, siap mengawal perjalanan jutaan masyarakat selama Idulfitri 2025.
Di tengah suasana penuh semangat itu, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2025, Kamis, 20 Maret 2025. Dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Nyaman”, operasi ini menggerakkan ribuan personel gabungan demi kelancaran arus mudik dan balik.
Apel ini bukan sekadar simbolik. Ini adalah langkah nyata dalam mempersiapkan strategi dan sinergi lintas sektor. Turut hadir Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono.
Mereka menggambarkan wajah koordinasi yang matang, siap memastikan jalan-jalan utama negeri ini menjadi jalur aman bagi pemudik.
Prediksi dari survei Kementerian Perhubungan mengungkap angka luar biasa: 146,48 juta orang akan melakukan perjalanan selama libur Idulfitri tahun ini.
Melihat lonjakan potensi pergerakan ini, Operasi Ketupat 2025 menempatkan 164.298 personel di 2.835 pos, dengan rincian 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan, dan 309 pos terpadu.
Perencanaan ini bertujuan menjawab tantangan besar di jalanan, dari kepadatan kendaraan hingga potensi kecelakaan lalu lintas.
Rekayasa lalu lintas juga menjadi garda depan strategi. Dengan penerapan sistem ganjil-genap, contra flow, hingga one-way system, arus kendaraan akan diatur berdasarkan data real-time dari CCTV dan laporan di lapangan.
Di pelabuhan penyeberangan, pola operasi kapal tiba-bongkar-berangkat diterapkan untuk meminimalisir antrean panjang.
Tidak hanya itu, petugas juga disiagakan di titik-titik rawan kecelakaan untuk memberikan pertolongan cepat jika dibutuhkan.
Sebagai salah satu motor penggerak keamanan mudik, PT Jasa Raharja memainkan peran penting.
Insan Jasa Raharja siap bertugas di lebih dari 22 posko bersama, memastikan pemudik tidak hanya merasa aman tetapi juga terlindungi.
“Harapan saya, arus mudik dan balik berlangsung aman dan nyaman. Seluruh masyarakat dapat menjaga ketertiban lalu lintas dan berkeselamatan,” ujar Rivan A. Purwantono, penuh optimisme.
Namun, di balik semua persiapan fisik dan logistik, Kapolri Listyo Sigit menekankan satu hal penting: pelayanan humanis. Edukasi kepada pengendara untuk mencegah microsleep, pemeriksaan kesehatan pengemudi, serta kondisi kendaraan menjadi bagian integral dari pendekatan ini.
“Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pelayanan kita adalah bentuk pengabdian yang tidak tergantikan,” tambahnya.
Operasi Ketupat 2025 bukan hanya soal arus mudik yang lancar, tetapi juga tentang menciptakan harmoni di tengah dinamika jalan raya. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi, di mana pemerintah, aparat, dan masyarakat bersama-sama mewujudkan Idulfitri yang aman dan penuh makna.
Dengan semua langkah yang telah disiapkan, harapan besar terpancar, semoga setiap pemudik sampai ke kampung halaman dengan senyum lega dan hati yang tenang. (*)
