LANTASINFO– Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, keamanan lalu lintas menjadi perhatian utama bagi Korlantas Polri melalui persiapan matang Operasi Zebra 2025.
Operasi serentak di Indonesia ini dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 30 November dan operasi ini bukan sekadar razia penegakan hukum, melainkan momen penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar berdisiplin dan selamat di jalan.
Langkah strategis ini krusial, mengingat tingginya mobilitas yang berpotensi memicu pelanggaran dan kecelakaan.
Menurut Kombes Pol Aries Syahbudin, Kepala Bagian Operasi Korlantas, Operasi Zebra juga diposisikan sebagai landasan bagi persiapan Operasi Lilin yang lebih besar.
Fokusnya meliputi aspek manusia, kendaraan, serta prasarana jalan, sehingga penanganan lalu lintas berlangsung menyeluruh.
“Pendekatan ini menunjukkan bahwa penegakan hukum harus berjalan bersama edukasi, agar tidak hanya menindak pelanggar, tetapi juga mencegah pelanggaran baru melalui pemahaman dan kesadaran,” ucap Kombes Pol. Aries Syahbudin, di Bandung, Rabu (13/11).
Data Korlantas selama tiga bulan terakhir menunjukkan catatan 639.739 pelanggaran lalu lintas, dengan mayoritas pelaku berusia 26-45 tahun dan mayoritas pengendara motor.
Fakta ini menggarisbawahi pentingnya penggunaan teknologi, terutama Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), untuk menekan pelanggaran. Korlantas berkomitmen memperluas jangkauan ETLE, khususnya perangkat portable di daerah tanpa kamera statis, agar penindakan bisa lebih efektif dan efisien.
Salah satu perhatian khusus dalam Operasi Zebra kali ini adalah penertiban balap liar, yang menjadi fenomena mengkhawatirkan di berbagai wilayah.
Penanganannya tidak hanya sekadar menindak, namun juga mengedepankan pendekatan humanis lewat teguran simpatik agar tidak menimbulkan rasa takut berlebihan pada masyarakat.
Pendekatan ini disiapkan agar masyarakat memahami bahwa operasi ini bertujuan mendidik, bukan semata represif.
Sebuah poin penting lain adalah integrasi data hasil penindakan ke dalam Sistem Informasi Satuan Operasi (SISLAOPS) Korlantas Polri.
Dengan menciptakan basis data nasional yang terhubung dengan Samsat, diharapkan pengelolaan kendaraan menjadi lebih transparan dan terkontrol. Ini menjadi wujud kemajuan dalam penggunaan teknologi untuk mendukung tata kelola lalu lintas yang modern dan terintegrasi.
Operasi Zebra 2025 bukan hanya soal meningkatkan disiplin berlalu lintas, tetapi juga membangun ekosistem keselamatan yang berkelanjutan.
Jadi, dengan strategi yang terukur dan pendekatan edukasi yang humanis, badan lalu lintas berupaya keras menekan angka kecelakaan dan pelanggaran.
Ini jadi sinyal positif bahwa pengamanan jalan raya menjelang Nataru bisa dijalankan secara efektif tanpa mengorbankan kepercayaan dan partisipasi aktif masyarakat. (*)
