JAKARTA– Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2025, Korlantas Polri telah mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk menciptakan kondisi yang kondusif.

Kepala Direktorat Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Pol Raden Slamet Santoso, menegaskan bahwa pihaknya akan fokus pada penindakan terhadap travel gelap, kecelakaan lalu lintas, dan pelanggaran Over Dimension Overload (ODOL).

Hal ini dilakukan guna menjaga kelancaran dan keamanan arus lalu lintas selama operasi berlangsung.

“Kita memiliki tugas untuk merealisasikan pelaksanaan Dakgar terhadap travel gelap dan kecelakaan. Selain itu, kita juga melaksanakan penindakan terhadap pelanggaran over dimensi dan overload,” ujar Brigjen Pol Raden, Rabu (5/3/2025).

Sebagai upaya menurunkan angka kecelakaan yang tercatat mencapai 150.000 kasus pada 2024, Dirgakkum Korlantas Polri menargetkan pengurangan yang signifikan di tahun ini.

Untuk mencapainya, pihaknya akan meningkatkan kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum yang terkoordinasi dengan instansi terkait.

Brigjen Pol Raden juga menegaskan pentingnya persiapan cara bertindak (CB) patroli di jalan tol, di mana penegakan hukum akan tergabung dalam Satuan Tugas Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).

“Di satgas ini, akan ada tim TAA, tim urai, dan tim rekayasa lalu lintas untuk memaksimalkan pengendalian situasi,” tambahnya.

Selain itu, Dirgakkum juga mengingatkan personel di lapangan untuk waspada terhadap dampak perubahan cuaca akibat curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan banjir.

Ia meminta agar pergerakan arus lalu lintas tetap diatur dengan baik untuk mencegah penumpukan kendaraan, khususnya di jalan tol.

“Jangan sampai banjir berdampak ke jalan tol. Jika terjadi, segera atur agar lebih baik,” tegasnya.

Dengan berbagai langkah ini, Korlantas Polri berharap Operasi Ketupat 2025 dapat berjalan dengan sukses dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama musim mudik. (*)

 

Berita Terkait