JAKARTA– Lebaran sudah di depan mata, dan persiapan arus mudik pun semakin intens. Di tengah antusiasme masyarakat untuk kembali ke kampung halaman, muncul ancaman serius berupa maraknya travel gelap yang mengejar keuntungan semata tanpa memikirkan keselamatan.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, memerintahkan seluruh jajarannya untuk menindak tegas praktik ilegal ini.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah insiden tragis seperti kecelakaan maut yang melibatkan travel gelap di Tol Cikampek pada tahun 2024, yang menewaskan 12 penumpang.

Travel gelap sering kali mengabaikan standar keselamatan demi menampung lebih banyak penumpang dan meningkatkan pendapatan mereka.

Tidak jarang kendaraan mereka tidak layak jalan dan dikemudikan oleh sopir tanpa lisensi resmi.

Praktik ini, meskipun sudah dilarang, tetap menjamur menjelang musim mudik karena tingginya kebutuhan transportasi murah.

“Travel gelap ini berbahaya. Mereka lebih mengutamakan keuntungan daripada nyawa penumpang,” ujar Irjen Agus.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang risiko menggunakan layanan semacam itu.

Sebagai langkah konkret, Kakorlantas menginstruksikan seluruh Direktorat Lalu Lintas di Indonesia untuk melakukan pengawasan ketat di titik-titik keberangkatan dan jalur mudik utama.

Kendaraan yang dicurigai beroperasi sebagai travel gelap akan diperiksa dan ditindak. Para petugas juga diminta untuk mengidentifikasi kendaraan yang kerap digunakan untuk mencari penumpang tanpa izin resmi.

“Kita harus memutus rantai praktik ilegal ini agar tidak terjadi lagi tragedi seperti tahun lalu,” tambah Agus.

Selain penindakan, pencegahan melalui pendekatan humanis juga menjadi fokus utama Polri. Posko edukasi didirikan di beberapa titik strategis untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya menggunakan travel gelap.

Irjen Agus juga mendorong masyarakat untuk melaporkan praktik-praktik tersebut jika menemukannya.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dominasi travel gelap di musim mudik yang selalu dipenuhi risiko kecelakaan.

Operasi Ketupat 2025 yang rencananya akan digelar mulai Tanggal 24 Maret ini juga menjadi momentum penting untuk menegakkan disiplin dalam lalu lintas, termasuk melindungi para pemudik dari ancaman travel gelap.

Upaya yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk mengatur arus kendaraan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dengan koordinasi yang lebih baik dan komitmen yang kuat dari aparat penegak hukum, diharapkan arus mudik Lebaran tahun ini bisa berjalan lancar tanpa ada tragedi yang melibatkan kendaraan ilegal. Ini bukan hanya soal hukum, tetapi juga soal menyelamatkan nyawa. (*)

Berita Terkait