MAKASSAR– Suasana penuh kebahagiaan menyelimuti Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Selatan pada Senin siang (24/3/2025).
Disaksikan Gubernur, Kapolda Sulsel dan pejabat lainnya, sebanyak 580 peserta mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulsel bersiap menuju kampung halaman masing-masing.
Dengan membawa koper, kardus, dan oleh-oleh untuk keluarga, para pemudik menaiki 16 bus yang telah disiapkan.
Namun, perjalanan ini tidak hanya soal pulang kampung, tetapi juga tentang keselamatan yang menjadi prioritas utama.

Di balik kelancaran perjalanan ini, ada peran besar personel Sat PJR (Patroli Jalan Raya) Ditlantas Polda Sulsel yang menjadi garda terdepan dalam mengawal rombongan bus pemudik.
Dengan rute yang mencakup daerah-daerah rawan kecelakaan seperti Malili-Masamba, Palopo, Bone, Sinjai, hingga Bulukumba dan Selayar, tugas Sat PJR tidak hanya memastikan kelancaran arus lalu lintas tetapi juga memberikan rasa aman kepada para pemudik.
“Kami memahami bahwa perjalanan ini penting bagi masyarakat, dan keselamatan mereka adalah prioritas kami,” ujar Kasat PJR Ditlantas Polda, Kompol Mamat Rahmat.
Kadat PJR menjelaskan, bahwa pengawalan dilakukan dengan strategi yang matang, termasuk pemantauan intensif di titik-titik rawan kecelakaan.
“Kami tidak hanya mengawal, tetapi juga memberikan edukasi kepada pengemudi bus untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan,” tambahnya.

Dengan kehadiran Sat PJR, para pemudik merasa lebih tenang dan nyaman, terutama di jalur-jalur yang sering menjadi lokasi kecelakaan.
Rute perjalanan mudik kali ini mencakup berbagai daerah, dengan 240 pemudik menuju Malili-Luwu Timur, 160 ke Palopo, 60 ke Bone, 40 ke Sinjai, dan 80 ke Bulukumba, di mana 30 di antaranya melanjutkan perjalanan ke Selayar melalui Pelabuhan Bira.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman, menyampaikan harapannya agar program mudik gratis ini tidak hanya membantu masyarakat pulang kampung tetapi juga mengurangi kemacetan di jalan raya.
“Kami ingin memastikan perjalanan ini aman dan lancar, terutama di daerah-daerah yang rawan kecelakaan,” ujar gubernur.
Bagi para pemudik, kehadiran Sat PJR Ditlantas Polda Sulsel menjadi simbol nyata kepedulian pemerintah terhadap keselamatan mereka.
“Kami merasa sangat terbantu dengan pengawalan ini. Perjalanan jadi lebih nyaman dan aman,” ungkap salah satu pemudik yang menuju Palopo.
Tidak hanya itu, personel Sat PJR juga sigap membantu jika ada kendala teknis di jalan, seperti kendaraan mogok atau hambatan lainnya.
Program mudik gratis ini juga menjadi momen kebersamaan bagi berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pelajar, hingga orang tua yang mencari nafkah di Makassar.
Dengan pengawalan ketat dari Sat PJR, perjalanan ini tidak hanya menjadi pengalaman pulang kampung tetapi juga mencerminkan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menciptakan mudik yang aman dan nyaman.
Sat PJR Ditlantas Polda Sulsel membuktikan bahwa tugas mereka bukan sekadar menjaga lalu lintas, tetapi juga menjadi pelindung dan pendamping masyarakat dalam perjalanan penting seperti mudik.
Dengan dedikasi tinggi, mereka memastikan bahwa setiap pemudik tiba di kampung halaman dengan selamat, membawa kebahagiaan untuk keluarga yang menanti. (**).