Arus Mudik Terlancar, Penurunan Kecelakaan Jadi Sorotan Positif.

Jakarta – Pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.

Ia menilai arus mudik tahun ini sebagai yang paling lancar dalam sejarah, mencerminkan keseriusan Polri dalam mengelola lalu lintas selama libur Idul Fitri 1446 Hijriah.

“Pengaturan mudik tahun ini sangat luar biasa, terlancar sejak tahun 2000. Sebagai perantau dari Lampung, saya bisa merasakan perubahan yang signifikan. Tahun ini mudik benar-benar terkendali dan lancar,” kata Habiburokhman saat memantau arus mudik di Banten, Selasa (1/4/2025).

Dalam pantauannya dari Jakarta hingga Merak, waktu tempuh hanya satu jam, jauh lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini menurutnya adalah hasil dari program-program strategis yang diterapkan Polri, seperti rekayasa lalu lintas, penggunaan jalur alternatif, dan penerapan sistem contra flow serta one-way.

“Tidak hanya di Merak, tapi hampir seluruh wilayah Indonesia menunjukkan kelancaran arus mudik. Saya pantau bersama Kakorlantas, semuanya terlihat terkendali, mulai dari Jawa hingga wilayah-wilayah lain,” tambahnya.

Habiburokhman juga menyampaikan terima kasih kepada para pemangku kepentingan yang mendukung keberhasilan pelaksanaan mudik.

Ia secara khusus mengapresiasi kinerja Kapolda Banten, Dirut ASDP, Wakapolda Banten, Kapolres Cilegon, dan Kapolsek yang telah bekerja keras mengurangi kemacetan dan menjaga keselamatan masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder di Banten, yang telah menunjukkan kinerja luar biasa. Mudik di wilayah Merak ini sangat lancar, minim kecelakaan, dan masyarakat merasa nyaman,” ujarnya.

Tidak hanya kelancaran, Operasi Ketupat 2025 juga mencatat penurunan signifikan dalam angka kecelakaan lalu lintas. Kakorlantas Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, melaporkan bahwa jumlah kecelakaan turun sebesar 31,37%, dari 2.152 kasus pada 2024 menjadi 1.477 kasus tahun ini.

Selain itu, korban meninggal dunia juga berkurang sebanyak 32%, dari 324 orang menjadi 223 orang pada 2025.

“Penurunan angka kecelakaan ini menjadi bukti bahwa strategi yang kami terapkan berhasil. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” jelas Irjen Pol Agus.

Dengan persiapan yang matang, Polri juga memprediksi puncak arus balik akan berlangsung pada tanggal 5 hingga 7 Mei 2025.

Langkah antisipasi telah disusun, termasuk pengaturan lalu lintas dan koordinasi antara berbagai instansi untuk memastikan arus balik berjalan sama lancarnya seperti arus mudik.

Habiburokhman berharap kesuksesan ini dapat menjadi standar pelaksanaan mudik di tahun-tahun berikutnya.

“Kami optimis bahwa dengan sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat, tradisi mudik akan terus menjadi pengalaman yang aman dan menyenangkan bagi semua,” pungkasnya.

Keberhasilan Operasi Ketupat 2025 memberikan harapan baru bagi manajemen lalu lintas di Indonesia, menunjukkan bahwa kerja sama dan persiapan yang baik dapat membawa perubahan positif dalam tradisi mudik tahunan.

Dengan evaluasi dan peningkatan berkelanjutan, pelaksanaan mudik di masa depan diharapkan semakin lancar dan terjamin. (*)

Berita Terkait