MAKASSAR– Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol. Dr. Pria Budi, SIK, MH melalui Kasubdit Gakkum AKBP Dr. Amin Toha, SH, MH mengakui, Operasi Ketupat Pallawa 2026 periode H+3 (13-15 Maret 2026) bidang lalulintas di Polres jajaran, tunjukkan peningkatan besar di pencegahan dan penegakan hukum.
Demikian terjadi penurunan kecelakaan lalu lintas (laka) secara keseluruhan dibanding 2025.
Pencegahan paling menonjol dilakukan dengan sosialisasi lewat media, spanduk, leaflet, dan billboard, patroli lalu lintas melonjak 270,52% jadi 7.829 kali, rekayasa di tol-wisata-pelabuhan 1.529 kali (naik 100%), dan Sub Satgas TAA tangani 51 kasus TKP (naik 100%).
“Ini bukti upaya awal efektif tingkatkan patuh aturan mudik,” ucap Amin Toha, Senin (16/3).
Data yang dihimpun menyebutkan, pada volume arus mudik di terminal turun 36,18% jadi 22.033, kereta api turun 62,90% jadi 230 penumpang, bandara turun 32,07% jadi 67.431. Namun sebaliknya, arus mudik pelabuhan naik 79,23% jadi 50.827 kendaraan.
Untuk penegakan hukum elektronik, ETLE naik 33% jadi 1.300, teguran turun 22% jadi 1.137, tilang manual nol.
Sementara, Lakalantas turun 4% jadi 53 kasus, korban meninggal turun 50% jadi 1 orang, luka ringan turun 9% jadi 68 orang (luka berat naik 20% jadi 6).
“Hasil ini tunjukkan pencegahan dan teknologi ETLE sukses kurangi risiko, meski perlu perhatikan luka berat. Model ini bisa jadi contoh buat keselamatan mudik tahun depan,” pungkas Kasubdit Gakkum.Ditlantas Polda Sulsel.
