Jakarta — Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Wibowo, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) harus dilaksanakan secara sinergis oleh seluruh pemangku kepentingan.

Dalam arahannya kepada jajaran Korlantas Polri dan para Dirlantas di Gedung NTMC Korlantas Polri, Senin (6/7/2026), ia mengingatkan bahwa permasalahan lalu lintas tidak dapat diselesaikan oleh fungsi lalu lintas sendiri.

“Kita (Anggota Polantas) tidak akan bisa bekerja sendiri. Berbicara lalu lintas berarti kita berbicara keseluruhan. Ada peran stakeholder terkait, pemerintah daerah, civil society, termasuk masyarakat itu sendiri,” kata Irjen Pol. Wibowo.

Pentingnya kolaborasi
Irjen Wibowo menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan lalu lintas adalah hasil kerja bersama.

Ia mengusung tagline yang menegaskan semangat kolektif itu, keberhasilan lalu lintas adalah keberhasilan kita semua. Pernyataan ini menempatkan Polantas sebagai fasilitator sekaligus penggerak koordinasi, bukan sebagai aktor tunggal yang memikul seluruh beban.

“Keberhasilan lalu lintas bukan karena keberhasilan kita sendiri, tetapi keberhasilan lalu lintas adalah keberhasilan kita semua. Tagline itulah yang ingin saya munculkan kepada rekan-rekan sekalian, semua karena kita,” ujarnya.

Dalam arahannya, Jenderal bintang dua itu meminta seluruh jajaran memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di wilayah masing-masing.

Menurutnya, sinergi yang baik antara fungsi lalu lintas dan stakeholder lokal berdampak langsung pada hasil penyelenggaraan lalu lintas yang lebih optimal.

“Koordinasi secara intensif, bersinergi terus dengan para pemangku kepentingan di wilayah masing-masing. Saya tidak ingin mendengar ada miss antara fungsi lalu lintas dengan para stakeholder. Selama komunikasi itu baik, selama koordinasi itu baik, saya yakin hasilnya juga pasti akan baik,” tegas Irjen Wibowo.

Dari implikasi operasional, arahan Kakorlantas ini mengandung beberapa implikasi praktis, seperti peningkatan forum koordinasi rutin antara Polantas, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, instansi terkait, dan kelompok masyarakat (mis. organisasi lalu lintas, pengemudi angkutan umum).

Pemetaan peran dan tanggung jawab yang jelas di level daerah untuk mencegah tumpang tindih tugas dan miskomunikasi.

Penguatan kapasitas komunikasi publik dan edukasi keselamatan lalu lintas yang melibatkan civil society agar pesan keselamatan tersampaikan dan diterima masyarakat.

Evaluasi bersama indikator kinerja lalu lintas berbasis hasil kolaborasi, bukan sekadar angka pelanggaran atau tilang.
Menjaga marwah Polantas
Selain penekanan pada sinergi, Irjen Wibowo mengingatkan pentingnya integritas personel.

Ia mengajak seluruh personel menjaga kehormatan Korps Lalu Lintas dengan bekerja profesional, tulus, dan berintegritas serta meninggalkan segala bentuk pelanggaran, sekecil apa pun.

“Mari sama-sama kita jaga marwah Polantas, sama-sama kita ubah wajah Polantas dengan bekerja sebaik-baiknya dan ikhlas. Tinggalkan semua pelanggaran dalam bentuk apa pun dan sekecil apa pun,” pungkasnya.

Sementara, pesan Kakorlantas mengalihkan paradigma pengelolaan lalu lintas dari pendekatan sektoral ke model kolaboratif. Keberhasilan program kamseltibcarlantas, menurutnya, hanya mungkin bila Polantas berperan sebagai koordinator yang menggerakkan sinergi antar-pemangku kepentingan, sambil memastikan personel bekerja dengan integritas tinggi. (*)

Berita Terkait