Close Menu
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, Oktober 4
  • Redaksi
  • Home
Facebook X (Twitter) LinkedIn VKontakte
LANTAS INFOLANTAS INFO
Banner
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Home»Pelayanan»Bagiamana Polda Sulsel Cegah Ancaman Karhutla?
Pelayanan

Bagiamana Polda Sulsel Cegah Ancaman Karhutla?

Lantas InfoBy Lantas InfoAgustus 11, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
Share
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link

Kapolda Sulsel Tegaskan Pencegahan Dini Jadi Kunci Hadapi Ancaman Karhutla Saat El Nino

Makassar — Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., memimpin Apel Gelar Pasukan di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Selasa (11/08/2026), sebagai langkah antisipatif menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diperkirakan meningkat seiring fenomena El Niño.

Kegiatan yang dihadiri unsur Forkopimda Sulsel, Kepala BNNP Sulsel, Wakapolda, Kepala Basarnas, Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, serta para kepala dinas dan instansi terkait provinsi dan kota, menegaskan pendekatan terpadu antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kapolda menekankan, apel bukan sekadar seremoni, melainkan momen pengecekan kesiapan personel, alat, dan komunikasi lintas sektor.

“Pencegahan dini, deteksi dini, dan patroli rutin jauh lebih efektif daripada mengandalkan pemadaman setelah api berkobar,” ujar Irjen Djuhandhani.

Pernyataan itu menyorot pergeseran strategi dari reaktif ke proaktif  sebuah pendekatan yang diperlukan mengingat prediksi BMKG tentang pola musim kemarau 2026 yang “tidak normal” dan puncaknya diperkirakan pada Agustus—September.

El Niño dan risiko berkepanjangan
Kapolda menjelaskan bahwa El Niño berpotensi memperpanjang musim kemarau, meningkatkan risiko kekeringan, dan membuka peluang terjadinya titik api di kawasan rawan.

BMKG telah memperkirakan anomali musim kemarau yang menuntut kesiapsiagaan ekstra, terutama di daerah dengan tutupan lahan gambut atau vegetasi kering yang mudah terbakar.

Dalam konteks Sulawesi Selatan, potensi Karhutla tidak hanya ancaman lingkungan; dampak sosial-ekonomi juga signifikan.

Asap dan polusi udara mengganggu kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan, serta dapat memicu gangguan keamanan saat sumber daya terbatas.Karena itu, sinergi lintas sektoral sebagai kunci.

Irjen Djuhandhani menggarisbawahi pentingnya mitigasi terpadu dengan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, BMKG, masyarakat peduli api, dan sektor swasta. Ia meminta peningkatan patroli terpadu, penggunaan teknologi deteksi dini, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pencegahan.

Langkah ini menandai pengakuan bahwa kapasitas penanggulangan tidak dapat bergantung hanya pada institusi keamanan.

Sarana dan prasarana harus siap
Selain kesiapan personel, Kapolda meminta semua sarana mesin pompa, kendaraan operasional, peralatan pemadaman, hingga alat pelindung diri dipastikan dalam kondisi siap pakai.

Pemeriksaan itu juga mencakup kesiapan logistik dan jalur komunikasi darat yang seringkali terhambat saat operasi darurat berlangsung.

Apa yang perlu dipantau ke depan
Efektivitas patroli terpadu dan rencana posisi personel di titik-titik rawan.
Implementasi sistem deteksi dini (satelit, helikopter patroli, pos pantau masyarakat).

Kesiapan pusat komando terpadu dan alur komunikasi antar-institusi.
Upaya mitigasi sosial ekonomi untuk melindungi warga terdampak asap dan kebakaran.

Jadi, Apel Gelar Pasukan yang dipimpin Kapolda Sulsel menunjukkan langkah antisipatif yang terencana, namun keberhasilan upaya pencegahan akan bergantung pada kecepatan koordinasi, kelengkapan sarana, dan partisipasi masyarakat.

Di tengah potensi El Niño, pergeseran dari reaktif ke proaktif seperti yang ditekankan Kapolda bukan sekadar jargon, melainkan kebutuhan mendesak untuk meminimalkan dampak Karhutla di Sulawesi Selatan. (*)

Ditlantas Polda Sulsel
Share. Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Previous ArticleEDITORIAL: Surpres Kapolri, Antara Fakta dan Spekulasi
Next Article KOLOM: Penerapan Zero ODOL 2027, Solusi, Bukan Sekadar Sanksi!

Berita Lainnya

Irjen Pol. Awal Chairuddin Resmi Jabat Kapolda Sulsel

Oktober 3, 2026

Breaking News: Pemrov Sulsel Kembali Berikan Diskon Pajak Kendaraan 50 Persen dan Bebas Denda 100 Persen

Oktober 2, 2026

Lima Kapolres di Sulsel Berganti

September 24, 2026
Berita Terbaru

Irjen Pol. Awal Chairuddin Resmi Jabat Kapolda Sulsel

Oktober 3, 2026

Nyonya Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto Juga Alumni AKPOL 94

Oktober 3, 2026

500 Ojol dan Warga Dapat BBM Gratis Sat Brimob Polda Sulsel

Oktober 2, 2026

Breaking News: Pemrov Sulsel Kembali Berikan Diskon Pajak Kendaraan 50 Persen dan Bebas Denda 100 Persen

Oktober 2, 2026
  • HUKUM

Ditlantas Polda Sulsel Matangkan Persiapan Penerapan Zero ODOL 2027

September 23, 2026

Operasi Dua Pekan, Satlantas Polrestabes Makassar Amankan 355 Motor; Busur dan Ketapelpun Disita

September 7, 2026

Jaga Kamtibmas, Polres Gowa Bakal Berantas Perjudian

September 4, 2026

Update Data Laka Lantas Kini Tampil di Papan Informasi Digital Ditlantas Sulsel, Keluar dari Zona Merah!

September 1, 2026
Copyright © 2017. LANTAS INFO RhynaldKing.
  • Redaksi
  • Home

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.