JAKARTA– Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menerima anugerah “Best Criminal Investigator of Indonesian Police” dalam gelaran CNN Indonesia Awards 2025.

Acara bertema “Kolaborasi & Harmoni Menggapai Asta Cita untuk Negeri” ini merupakan ajang tahunan yang memberikan penghargaan kepada tokoh dan institusi yang terbukti berkontribusi nyata dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel (good governance), serta bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Penghargaan ini diberikan kepada Irjen Djuhandhani sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, integritas, dan prestasi gemilang yang telah dicatatnya selama bertugas di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Kiprahnya dianggap sangat signifikan dalam memperkuat upaya penegakan hukum yang berkeadilan, membangun kepercayaan publik, serta mendorong terciptanya harmoni sosial di tengah masyarakat.

Sejak dilantik sebagai Kepala Polda Sulawesi Selatan (Kapolda Sulsel) pada 24 September 2025, Irjen Djuhandhani semakin dikenal sebagai pemimpin reserse yang humanis dan inspiratif. Dengan gaya kepemimpinan yang terbuka, komunikatif, dan memotivasi.

Ia mampu membangkitkan semangat kebersamaan serta meningkatkan kinerja seluruh jajaran.

Filosofi yang ia tanamkan dalam tugasnya  “Tidak ada kejahatan yang sempurna, maka tugas kita menemukan ketidaksempurnaan itu” menjadi semangat menjiwai penyidik dalam setiap pengungkapan kasus.

Dengan pendekatan yang lebih mengedepankan profesionalitas sekaligus empati terhadap masyarakat, Irjen Djuhandhani selalu menekankan bahwa keberhasilan tugas kepolisian bukan hanya dilihat dari angka penangkapan atau pengungkapan kasus, tetapi dari bagaimana anggota kepolisian mampu menghadirkan rasa keadilan dan keamanan dalam hati masyarakat.

Menelisik Rekam Jejak dan Prestasi, ada  beberapa catatan penting dari perjalanan karier dan prestasi Irjen Djuhandhani:

Lahir di Magelang, 31 Mei 1969, juga Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991, satu angkatan dengan Kapolri.

Pernah menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Bali (2020), Dirreskrimum Polda Jateng (2021), Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri (2022–2025).

Sejumlah pengungkapan besar yang dipimpin antara lain: pengungkapan premanisme dan penembakan WNA di Bali, pengungkapan jaringan TPPO (trans-nasional) di Kepulauan Riau, pengungkapan sindikat judi online dan pornografi jaringan Taiwan (2023), hingga kasus penggelapan ribuan kendaraan dari jaringan lintas-negara.

Meraih berbagai tanda jasa seperti Bintang Bhayangkara Nararya, Satyalancana Pengabdian (8-, 16-, 24-tahun) dan Satyalancana Seroja.

Dengan diterimanya penghargaan “Best Criminal Investigator of Indonesian Police” ini, maka kepemimpinan Irjen Djuhandhani kembali mendapat sorotan sebagai model figure penegak hukum yang tidak hanya efektif dalam pengungkapan kasus, tetapi juga memprioritaskan rasa keadilan dan pelayanan masyarakat. (Zul)

Berita Terkait