JAKARTA – Laporan kinerja Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) 2025 menegaskan faktor manusia sebagai pemicu utama insiden lintas moda, mulai darat, laut, hingga udara. Kelelahan, kelalaian, dan pengabaian prosedur keselamatan jadi pola berulang di semua sektor.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyatakan, temuan ini konsisten meski risiko berbeda per moda. “Kontribusi terbesar tetap pada elemen manusia,” tegasnya.
Data darat: 9 Kecelakaan, 69 Luka, Rem Blong BerulangKNKT selidiki 9 insiden lalu lintas dan angkutan jalan, hasilkan 69 korban luka. Kegagalan rem (rem blong) dominan di bus dan truk umum.
Investigator Dwi Bakti Permana ungkap kendaraan tak lolos uji kelayakan atau dokumen palsu. Pengawasan teknis dan administrasi dinilai belum optimal.
Di Laut: 8 Kasus Serius, Muatan Berlebih Picu KaramDelapan kecelakaan pelayaran mayoritas serius, seperti kapal tenggelam atau terbakar. Kelebihan muatan dan manifes penumpang tak akurat jadi penyebab utama.
Capt Anggiat PTP Pandiangan, Plt Ketua Subkomite Pelayaran, peringatkan, stabilitas kapal terganggu, risiko melonjak di cuaca buruk.
Udara: 19 Investigasi, Runway Excursion TerbanyakPenerbangan catat 19 kasus—9 kecelakaan, 10 insiden serius.
Pesawat keluar landasan (runway excursion) paling sering. Kelelahan awak dan prosedur operasi lemah jadi sorotan utama.Sejak 2015, KNKT keluarkan 1.481 rekomendasi keselamatan, prioritas pengawasan dan pengendalian.
Soerjono imbau operator, regulator, dan pemda tindak lanjuti untuk cegah pengulangan.
“Investigasi kami untuk pencegahan, bukan hukum,” katanya. (*)
