MAKASSAR– Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, menegaskan kembali urgensi transformasi sumber daya manusia (SDM) Polri dalam pembukaan Rapat Koordinasi Pembinaan SDM dan PNS Polri Polda Sulsel Tahun Anggaran 2025, Kamis (20/11/2025) di Hotel Harper Perintis Makassar.

Kegiatan  yang juga dihadiri Wakapolda Brigjen Pol. Nasri dan pejabat utama tersebut tak sebatas rutinitas administratif, melainkan momentum strategis yang patut disambut serius oleh seluruh jajaran.

Dalam era di mana kualitas SDM menjadi tulang punggung keberhasilan institusi negara, Rakorbin ini menegaskan komitmen bersama untuk membangun personel Polri yang unggul, adaptif, dan kolaboratif.

Hal ini sangat sesuai dengan prioritas nasional yang menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai fokus.Renstra Polri 2025–2029 pun telah menetapkan visi besar terkait pengembangan SDM yang kompeten, berintegritas, dan adaptif secara menyeluruh sebuah langkah penting mengingat dinamika tugas keamanan yang kian kompleks.

Fokus pada meritokrasi, digitalisasi, dan kolaborasi menunjukkan kesungguhan Polri dalam menjawab tuntutan modernisasi dan transparansi layanan publik.

Tiga fokus utama Rakorbin tahun ini mempererat silaturahmi dan soliditas internal, evaluasi capaian kinerja, serta penyamaan persepsi untuk pemecahan masalah menjadi alat untuk mewujudkan perbaikan yang konkret dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan ini, Polri tidak hanya berbenah di tataran manajemen, tetapi juga memperkuat fondasi profesionalisme dan integritas.

Pesan Kapolda Sulsel yang mengajak seluruh pihak menggunakan forum ini untuk bertukar pengalaman dan memperkuat jejaring mencerminkan kebutuhan akan kerja kolektif dalam institusi.

Hanya dengan sinergi yang kuat, kualitas SDM bisa benar-benar ditingkatkan agar Polda Sulsel mampu tampil sebagai organisasi yang hebat dan dipercaya publik.

Sikap optimistis dan tekad Kapolda untuk menjadikan SDM Polri sebagai pilar utama institusi mestinya menjadi inspirasi bagi seluruh elemen, agar kinerja Polri semakin efektif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan.

Tantangan ke depan menuntut tidak hanya keunggulan individu, tetapi kolaborasi yang solid demi mewujudkan institusi yang tangguh dan adaptif. (*)

Berita Terkait