LANTASINFO- Pergantian tongkat komando di tubuh Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan kembali bergulir. Irjen Pol Djuhandjani Rahardjo Puro resmi menjabat sebagai Kapolda Sulsel menggantikan Irjen Pol Rusdi Hartono.
Serah terima jabatan tersebut berlangsung khidmat di Rupattama Mabes Polri, Rabu (29/10/2025) sore, dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Momentum ini menandai babak baru dalam arah kepemimpinan Polda Sulsel ke depan.
Dalam upacara tersebut, Kapolri juga melantik sejumlah pejabat tinggi lainnya, termasuk Kapolda Lampung, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, dan Kapolda Sulawesi Tengah, serta Kasetum Polri.
Seremoni yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB itu menjadi bagian dari rotasi rutin di lingkungan Polri sebagai upaya penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja institusi kepolisian di berbagai daerah.
Pergantian posisi strategis di tubuh Polri bukan sekadar formalitas, tetapi mencerminkan komitmen institusi dalam menjaga profesionalitas, integritas, dan responsivitas terhadap dinamika sosial yang terus berkembang.
Di tangan Irjen Djuhandjani Rahardjo Puro, masyarakat Sulsel menaruh harapan besar akan hadirnya kepemimpinan yang tegas, humanis, dan berpihak pada keadilan.
Sebagai perwira tinggi yang berpengalaman, Djuhandjani diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap aparat kepolisian di daerah ini.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, mutasi jabatan merupakan bagian dari kebutuhan organisasi dalam rangka pembinaan karier serta optimalisasi kinerja Polri.
Kebijakan rotasi tersebut juga tertuang dalam surat telegram nomor: ST/2192/IX/KEP./2025 tertanggal 24 September 2025, yang memuat sejumlah keputusan strategis terkait penempatan pejabat utama dan Kapolda di beberapa wilayah.
Bagi Irjen Rusdi Hartono, tongkat komando yang kini berpindah merupakan bentuk estafet pengabdian yang telah dijalankan dengan dedikasi tinggi.
Selama masa kepemimpinannya, berbagai langkah pembenahan dan penegakan hukum di Sulsel telah ditorehkan sebagai bagian dari upaya memperkuat citra Polri di mata masyarakat.
Estafet ini diharapkan dapat dilanjutkan dan diperkuat oleh Irjen Djuhandjani dengan pendekatan yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Kini, publik menanti langkah-langkah konkret dari Kapolda Sulsel yang baru.
Tantangan besar seperti penegakan hukum yang berkeadilan, pemberantasan berbagai bentuk kejahatan, hingga penguatan sinergi antara aparat dan masyarakat menanti untuk dijawab.
Perubahan kepemimpinan ini semestinya menjadi momentum baru bagi Polda Sulsel untuk terus berbenah dan mengukuhkan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang sejati. (*)
