JAKARTA– Dalam rangka mengantisipasi permasalahan over dimension over load secara terpadu, Korlantas Polri melalui sistem SISLAPOPS telah mengumpulkan dan memetakan data armada kendaraan berat.
Sosialisasi yang dilakukan pada bulan Juni ini memungkinkan pihak kepolisian mendapatkan informasi akurat mengenai kendaraan-kendaraan Over Dimensi dan Over Load sebagai dasar untuk merancang strategi menuju Zero.
Pendekatan kolaboratif ini pun menjadi landasan dalam upaya menyusun rencana aksi yang terintegrasi antar instansi terkait.
Di sisi lain, kerjasama lintas kementerian dan lembaga merupakan elemen krusial untuk melindungi infrastruktur jalan dari kerusakan akibat beban berlebih.
Plt. Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Kemen PU, Nyoman Suaryana, mengungkapkan bahwa kehadiran truk dengan dimensi dan muatan yang melebihi batas seharusnya dapat memperpanjang umur jalan hingga 10 tahun.
Namun, beban berlebih tersebut justru mengakibatkan umur jalan menurun drastis menjadi hanya tiga tahun, sehingga menimbulkan risiko keselamatan dan efisiensi operasional jalan.
Hasil analisis Kemen PU pun menunjukkan dampak finansial yang signifikan, yakni kerugian negara mencapai Rp47,43 triliun per tahun akibat kerusakan jalan yang disebabkan oleh praktik Over Dimensi dan Over Load.
Untuk mengatasi hal ini, Kemen PU mendorong Kemenhub untuk memperkuat regulasi mengenai jaringan Jalan Beban Harian (JBH) dengan penyesuaian spesifikasi kendaraan, seperti penambahan sumbu dan penerapan konfigurasi multi axle sesuai kelas jalan.
Moderator forum, Yayat Supriyatna, menekankan bahwa upaya ini harus diwujudkan melalui langkah nyata yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga agar penyelesaian masalah ini dapat memberikan dampak positif bagi sistem transportasi nasional. (Rls)
