BARRU– Di Dusun Pakka, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. Anak-anak sekolah biasanya berlari riang menyeberang sungai, tapi kini mereka terjebak dengan jembatan tua sudah roboh, puing-puingnya berserakan seperti luka terbuka yang mengancam nyawa.

Hingga Selasa (13/1/2026), harapan itu kembali datang dengan hadirnya  20 personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Selatan, yang  turun tangan membangun jembatan darurat sepanjang 25 meter dan lebar 2,5 meter jadi akses vital bagi ratusan warga untuk beraktivitas sehari-hari.

Di bawah terik matahari, para personel  bergotong royong membersihkan reruntuhan jembatan lama yang rusak parah. Mereka gali lubang tiang, pasang rangka cakar ayam sebagai pondasi kokoh, dibantu 10 personel Satsabhara Polres Barru.

“Ini respon cepat kami terhadap kesulitan masyarakat,” tegas Wadanyon B Pelopor, Kompol Yermia William, S.E., M.M., sambil mengawasi pekerjaan.

Diketahui, jembatan ini vital. Sekarang, anak-anak bisa sekolah lancar, warga beraktivitas aman dan nyaman. Progres pembangunan sudah tembus 49 persen, dengan target selesai dalam tiga minggu ke depan. Semua biaya swadaya personel bukti nyata kepedulian Polri yang tak kenal lelah.

Sementara, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., tak henti memuji dedikasi ini.

“Brimob tunjukkan komitmen kemanusiaan. Jembatan darurat ini jadi jembatan sementara menuju permanen, dukung pendidikan dan mobilitas warga,” katanya.

Kini, Dusun Pakka bernapas lega. Bukan sekadar kayu dan besi, tapi simbol harapan: Polri selalu hadir, gotong royong tingkatkan kualitas hidup masyarakat di pelosok Barru. (*)

Berita Terkait