Close Menu
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, September 15
  • Redaksi
  • Home
Facebook X (Twitter) LinkedIn VKontakte
LANTAS INFOLANTAS INFO
Banner
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Home»Nasional»KOLOM: Apel Kasatwil, Menguji Komitmen Polri dari Semangat Pembaruan ke Realita Lapangan
Nasional

KOLOM: Apel Kasatwil, Menguji Komitmen Polri dari Semangat Pembaruan ke Realita Lapangan

Lantas InfoBy Lantas InfoNovember 24, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
Share
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link

Polri di Persimpangan, Antara Semangat Reformasi dan Tantangan Realitas.

Gelar Apel Kasatwil yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mako Satlat Brimob Cikeas menghadirkan momen refleksi penting bagi institusi Polri.

Dalam berbagai pernyataannya, Kapolri menegaskan komitmen pembaruan dengan menanamkan kembali nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya serta membangun semangat pelayanan prima.

Namun, momentum ini harus dilihat dengan kacamata kritis agar semangat reformasi tidak hanya berhenti di tingkat wacana dan simbol semata.

Kunci utama dari Apel Kasatwil yang berlangsung tiga hari ini adalah penguatan soliditas internal dan transformasi budaya Polri menjadi institusi yang responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ini adalah tugas yang tidak ringan karena selama ini Polri sering kali menghadapi kritik tajam soal transparansi dan akuntabilitas.

Polri tidak cukup hanya sekadar melakukan konsolidasi internal, tantangan sebenarnya adalah bagaimana menerjemahkan semangat itu ke dalam perubahan sistemik yang nyata di lapangan, terutama dalam penegakan hukum yang adil dan pelayanan masyarakat yang manusiawi.

Salah satu yang menarik adalah pendekatan baru dalam menangani demonstrasi, dari yang sebelumnya cenderung mengekang menjadi melayani.

Ini mengindikasikan perubahan paradigmatik yang penting, mengingat kebebasan berpendapat adalah pilar demokrasi yang harus dihormati. Meski begitu, realita di lapangan sering bertolak belakang.

Polri harus membuktikan komitmennya dengan tindakan konkret dan mekanisme evaluasi yang ketat agar tidak ada lagi tindakan represif yang berlebihan dan pelanggaran HAM yang terus berulang.

Pada kegiatan tersebut, kehadiran Kepolisian Hongkong sebagai narasumber dalam apel ini juga menjadi sinyal bahwa Polri mulai membuka diri terhadap praktik internasional.

Namun, mengadopsi model asing harus dilakukan dengan cermat dan selektif, mengingat karakter demokrasi dan dinamika sosial-politik Indonesia yang unik.

Apakah model tersebut bisa diterapkan tanpa menimbulkan ketegangan baru?, ini perlu dipastikan melalui kajian mendalam dan dialog publik yang transparan.

Modernisasi pelayanan melalui peluncuran seragam Pamapta dan layanan digital 110 menyiratkan upaya Polri menjawab kritik selama ini terkait lambatnya respons dan kurangnya kehadiran nyata di tengah masyarakat.

Namun, teknologi hanyalah alat pendukung. Keberhasilan program ini bergantung pada kesiapan dan integritas personel di lapangan serta sistem pengawasan yang kuat untuk menjamin pelayanan yang cepat, tepat, dan tanpa diskriminasi.

Polri saat ini berdiri seakan berada di persimpangan terus menyuarakan semangat perubahan atau jatuh ke dalam siklus lama yang penuh kritik dan ketidakpercayaan publik.

Media dan masyarakat harus tetap menjadi kontrol sosial yang kritis agar janji-janji reformasi tidak sekadar menjadi jargon melainkan diiringi dengan perubahan nyata yang membumi.

Polri yang profesional dan melayani adalah kebutuhan mendesak bagi Indonesia yang demokratis dan berkeadilan. (*)

Ditlantas Polda Sulsel
Share. Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Previous ArticleSepekan Operasi Zebra Pallawa 2025: Lakalantas Turun 43 Persen
Next Article EDITORIAL: Ketiga Terbaik Dunia, Apakah Polri Sudah Bebas dari Bayang-bayang Kelemahan?

Berita Lainnya

Polantas KARIB Jadi Sarana Edukasi Keselamatan Lalu Lintas bagi Pelajar

September 10, 2026

Irjen Pol Wibowo: Jaga Tren Penurunan Korban Jiwa, Perketat Pengawasan Anggota di Lapangan

September 4, 2026

Siap atau Tidak? Polri Genjot Persiapan Zero ODOL 2027

September 4, 2026
Berita Terbaru

Catatan Redaksi: Cikal Bakal Lahirnya Polisi Lalulintas, Dari Verkeerspolitie ke Polantas KARIB

September 15, 2026

Antrean BBM Mengular, Polresta Gowa Turunkan Sabhara dan Satlantas

September 11, 2026

Polantas KARIB Jadi Sarana Edukasi Keselamatan Lalu Lintas bagi Pelajar

September 10, 2026

KOLOM: Panic Buying atau Panic Trust? Di Balik Narasi Antrian BBM di Sulsel!

September 10, 2026
  • HUKUM

Operasi Dua Pekan, Satlantas Polrestabes Makassar Amankan 355 Motor; Busur dan Ketapelpun Disita

September 7, 2026

Jaga Kamtibmas, Polres Gowa Bakal Berantas Perjudian

September 4, 2026

Update Data Laka Lantas Kini Tampil di Papan Informasi Digital Ditlantas Sulsel, Keluar dari Zona Merah!

September 1, 2026

Kapolresta Gowa Bakal Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan

Agustus 26, 2026
Copyright © 2017. LANTAS INFO RhynaldKing.
  • Redaksi
  • Home

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.