LANTASINFO– Dalam pusaran mutasi akhir tahun Kapolri yang kian intens, Komisaris Besar Polisi Doktor Haji atau Kombes Pol. Dr. H. Pria Budi, S.I.K., M.H., kembali menjadi sorotan sebagai perwira menengah (Pamen) strategis di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Saat ini, pria kelahiran Pekanbaru, Riau, 15 Januari 1977, ini dipercayakan memimpin Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781A/XII/KEP/2025 tanggal 15 Desember 2025.
Sebelumnya, ia telah menduduki jabatan Analis Kebijakan Madya Bidang Kurikulum di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri mulai 29 Desember 2024, hasil mutasi via Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2776/XII/KEP./2024.
Mutasi berantai ini menggambarkan pola Polri yang lincah, menyuntikkan pengalaman lapangan ke pendidikan, lalu menariknya kembali ke operasional krusial di tengah tuntutan reformasi institusi.
Sebelum ke Lemdiklat, Kombes Pria Budi yang juga alumni SMAN 6 Pekanbaru dan lulusan Akademi Kepisi (Akpol) tahun 1999 telah membuktikan ketangguhannya sebagai Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kepulauan Riau (Kepri), menjabat lebih dari satu tahun sejak Maret 2023 hingga Desember 2024.
Rekam jejak kariernya yang cemerlang tak terbantahkan, satu angkatan dengan Brigjen Dedy Murti Haryadi dan Brigjen Dwi Agus Prianto di Akpol, ia pernah mengemban berbagai jabatan strategis di Polri, termasuk Koorspripim Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Kapolres Parepare dari 2016 hingga 2019, Wakil Direktur Pengamanan Objek Vital (Wadirpamobvit) Polda Riau pada 2020, Direktur Pamobvit Polda Riau pada 2021, serta Kapolresta Pekanbaru di tahun yang sama.
Penugasan dari kurikulum ke Ditlantas Sulsel menimbulkan pertanyaan mendalam, apakah Polri sedang menguji formula hybrid untuk merevitalisasi pendidikan polisi sambil menangani isu lalu lintas di wilayah rawan seperti Sulsel?
Kariernya yang moncer di pengamanan objek vital dan kepolisian kota besar memberi modal kuat, tapi di tengah mutasi massal yang melibatkan perwira Polwan sebagai Wakapolda hingga Kapolres.
Di tengah Polri menuntut transformasi sistemik di luar profil cemerlang seperti Kombes Pria Budi, mutasi ini berpotensi jadi katalisator, asal didukung monitoring ketat agar pengalamannya tak terhambat rutinitas administratif. (*)
