JAKARTA– Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menyoroti peran sentral pendekatan humanis dalam program Polantas Menyapa yang digagas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Strategi ini menggeser fokus dari penindakan ketat ke interaksi langsung dengan masyarakat, seperti kunjungan ke komunitas, pondok pesantren, dan sekolah-sekolah, untuk membangun kesadaran lalu lintas yang berkelanjutan.
“Pendekatan humanis salah satu program oleh bapak Kapolri adalah polantas menyapa jadi daripada kita mengejar kejar pelanggaran kita dateng ke komunitas kita datang ke pondok pesantren kita datang ke sekolahan nanti impacnya ternyata ketika kita bicara keselamatan lalu lintas pelayanan masyarakat itu ada penuruan yang cukup signifikan,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.
Hasilnya terlihat dari data resmi: jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas tahun 2024 sebanyak 150.096 kasus, turun menjadi 141.608 kasus pada 2025.
Penurunan ini mencapai 6,16% atau setara 9.298 kejadian lebih sedikit, menandakan kemajuan nyata dalam pengendalian risiko di jalan raya.
“Kami laporkan bahwa kecelakaan lalu lintas tahun 2024 sebanyak 150.096 itu 2024 turun menjadi 141.608 turun 6,16% jadi 9.298 itu ada penurunan dari 2024 sampai tahun 2025 ini peristiwa kecelakaannya,” jelas Kakorlantas Polri.
Lebih lanjut, Irjen Pol Agus menekankan pentingnya sikap humanis yang mendekatkan Polri dengan masyarakat. Pendekatan ini melibatkan komunikasi terbuka, sikap inklusif, dan kehadiran nyata untuk menghindari kesan menakutkan.
“Tentunya cara-cara bertindak yang humanis dekat dengan masyarakat dan kami tidak mau masyarakat benci dengan kami jadi kami harus mendekat kami harus komunikasi kami harus merangkul,” tambahnya.
Prestasi serupa tercatat pada penurunan korban jiwa. Tahun 2024 mencatat 26.839 orang meninggal akibat lakalantas, yang berhasil ditekan 19,8% atau 5.122 nyawa terselamatkan dalam satu tahun terakhir.
“Korban meninggal dunia tahun 2024 sebanyak 26.839 kami tutup terakhir kemarin ada penurunan 19,8% jadi kita bisa menurunkan fatalitas orang meninggal dunia dalam 1 tahun adalah sejumlah 5.122 orang,” ungkapnya.
Kakorlantas menambahkan bahwa pencapaian ini lahir dari paradigma baru Polri: prioritas melayani masyarakat, bukan sebaliknya. Upaya edukasi dan persuasi masif ini telah mengubah perilaku pengendara dan menyelamatkan ribuan jiwa.
“Jadi yang mestinya harus meninggal tidak jadi meninggal karena upaya-upaya edukatif jadi penurunan cukup signifikan tentunya berkaitan dengan pelayanan publik ini sangat tergantung daripada bagaimana kita sebagai polri yang berubah untuk melayani dan bukan untuk dilayani,” pungkas Irjen Pol Agus. (*)
