Close Menu
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, Oktober 5
  • Redaksi
  • Home
Facebook X (Twitter) LinkedIn VKontakte
LANTAS INFOLANTAS INFO
Banner
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Home»Edukasi»EDITORIAL: Dibalik Rahasia Satgas Kamseltibcarlantas Operasi Lilin Pallawa 2025 Tuai Sukses Amankan Arus Lalulintas Nataru
Edukasi

EDITORIAL: Dibalik Rahasia Satgas Kamseltibcarlantas Operasi Lilin Pallawa 2025 Tuai Sukses Amankan Arus Lalulintas Nataru

Lantas InfoBy Lantas InfoJanuari 3, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
Share
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link

Strategi Preemtif Satgas Kamseltibcarlantas Polda Sulsel Jadi Pelajaran Berharga dari Operasi Lilin Pallawa 2025

Oleh: Redaksi LantasInfo

Keberhasilan Satgas Kamseltibcarlantas Polda Sulawesi Selatan dalam mengamankan Operasi Lilin Pallawa 2025 patut diapresiasi secara maksimal.

Selama 14 hari, mulai dari Tanggal  20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, situasi kamtibcarlantas tetap terkendali meski arus mudik dan wisatawan membludak.

Data anev menunjukkan pendekatan preemtif menjadi senjata utama, dengan peningkatan binluh 100% menjadi 19.482 kali dan penyebaran materi edukasi melonjak 136,6% menjadi 64.254 kali.

Lonjakan penluh sebesar 48,7% hingga 63.542 kali membuktikan efektivitas sosialisasi dini dalam membentuk kesadaran berkendara.

Strategi ini kontras dengan era sebelumnya ketika pendekatan represif mendominasi. Sterilisasi 3.236 tempat ibadah dan koordinasi dengan 3.056 pengelola wisata  semuanya naik 100%  dan  menunjukkan perencanaan matang yang mengantisipasi lonjakan mobilitas Nataru.

Untuk Pengamanan 19.853 lokasi strategis termasuk malam Tahun Baru mencerminkan komitmen totalitas. Koordinasi dengan 1.834 panitia perayaan menjadi kunci kelancaran di pusat keramaian.

Tentunya, pendekatan preventif ini tidak hanya menjaga kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga meminimalkan potensi konflik horizontal di tengah euforia libur panjang.Namun, data represif mengungkap paradoks menarik.

Lihat, penegakan hukum ETLE berhasil menjerat 5.574 pelanggaran. Artinya, naik dramatis 245,6% sementara tilang konvensional merosot 100% menjadi hanya 27 surat.

Demikian, penurunan teguran 34% menjadi 5.390 kali menandakan transformasi penegakan hukum berbasis teknologi. Preemtif masif terbukti menggeser pola pelanggaran dari yang terang-terangan menjadi pelanggaran mikro yang tertangkap kamera.

Meski demikian, lakalantas naik 28% menjadi 292 kejadian menampar kesadaran kolektif kita. Korban meninggal dunia stabil di 20 orang, prestasi kecil namun berharga dengan penurunan 5%. Tragisnya, luka berat melonjak 250% menjadi 20 orang, sinyal bahaya yang tak boleh diabaikan.

Dari sisi kerugian material membengkak 129% menjadi Rp721 juta mencerminkan biaya sosial lalu lintas yang masih mahal.

Personel.Ditlantas Polda Sulsel, sebagai berhak bangga dengan sinergi yang melahirkan situasi kondusif. Pendekatan “edukasi dulu, tegur kemudian, tilang terakhir” terbukti relevan dengan karakter masyarakat Sulsel.

Sementara, Wadirlantas Polda Sulsel, AKBP Erwin Syah SIK sebagai Kasatgas Ops Lilin dan Dirlantas menunjukkan leadership yang visioner dalam mengarahkan 3.981 personel gabungan.

Namun editorial ini bukan sekadar pujian. Peningkatan lakalantas ringan harus menjadi peringatan dini. ETLE memang efektif menekan pelanggaran kecepatan, tetapi tidak cukup mengatasi kelalaian di persimpangan atau perilaku nekat pengendara mudik.

Program edukasi harus diperluas ke pelosok, menjangkau sopir angkutan pedesaan dan pengguna sepeda motor yang rentan.Keberhasilan Operasi Lilin Pallawa 2025 menjadi blueprint strategi kamtibcarlantas Sulsel ke depan. Model preemtif berbasis data ini layak dijadikan studi kasus nasional.

Yang terpenting, momentum ini harus dikonversi menjadi budaya keselamatan berkendara permanen, tak bernilai  sukses musiman.

Ditlantas Polda Sulsel telah membuktikan bahwa  kesadaran lahir dari pendekatan manusiawi, bukan hanya cambuk hukum. (*)

Ditlantas Polda Sulsel
Share. Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Previous ArticleOperasi Lilin Pallawa 2025 Usai, Tilang ETLE Alami Kenaikan Tajam 245,6%
Next Article EDITORIAL: Kepolisian Kembali Beraksi, WFA Bisa Ulang Sukses Nataru di Ketupat 2026

Berita Lainnya

STNK Digital Resmi Diluncurkan, Ini Cara Aktivasinya!

September 28, 2026

Mengapa Kendaraan yang berpindah Kepemilikan Sebaiknya di Balik Nama? Simak Ulasannya!

September 27, 2026

Ditlantas Polda Sulsel PamerTeknologi Penanganan Kecelakaan di Hari jadi Lalulintas Bhayangkara ke-71

September 22, 2026
Berita Terbaru

ANALISIS: “Polisi Bersama Masyarakat”, Konsistensi Dipertaruhkan, 100 Hari Kerja Kapolri!

Oktober 4, 2026

Irjen Pol. Awal Chairuddin Resmi Jabat Kapolda Sulsel

Oktober 3, 2026

Nyonya Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto Juga Alumni AKPOL 94

Oktober 3, 2026

500 Ojol dan Warga Dapat BBM Gratis Sat Brimob Polda Sulsel

Oktober 2, 2026
  • HUKUM

Ditlantas Polda Sulsel Matangkan Persiapan Penerapan Zero ODOL 2027

September 23, 2026

Operasi Dua Pekan, Satlantas Polrestabes Makassar Amankan 355 Motor; Busur dan Ketapelpun Disita

September 7, 2026

Jaga Kamtibmas, Polres Gowa Bakal Berantas Perjudian

September 4, 2026

Update Data Laka Lantas Kini Tampil di Papan Informasi Digital Ditlantas Sulsel, Keluar dari Zona Merah!

September 1, 2026
Copyright © 2017. LANTAS INFO RhynaldKing.
  • Redaksi
  • Home

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.