MAROS– Bayangkan polisi lalu lintas yang turun ke jalan untuk razia kelengkapan surat warga, tapi justru personelnya sendiri yang lengkap dan teladan.
Itulah strategi cerdas Polres Maros dalam membuka Operasi Keselamatan Pallawa 2026: kedisiplinan internal menjadi harga mati sebelum menyasar masyarakat luas.
Pagi Senin (2/2/2026), halaman Mapolres Maros ramai dengan aksi pemeriksaan mendadak yang dipimpin langsung Kasi Propam AKP Zulkarnaen. Satu per satu, anggota polantas dari bintara hingga perwira bergegas menunjukkan kelengkapan administrasi pribadinya.
Objek pemeriksaan mencakup Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Izin Mengemudi (SIM), Kartu Tanda Anggota (KTA), hingga Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Tak kalah ketat, sikap tampang serta kerapian seragam dinas juga disorot tajam oleh petugas Propam.
Langkah tegas ini bukan gimmick, melainkan prosedur standar yang krusial. Logikanya sederhana namun gamblang, bagaimana polisi bisa menertibkan masyarakat jika personelnya sendiri belum tertib?
“Bagaimana kita mau menegur masyarakat jika di internal kita sendiri masih ada yang tidak tertib. Operasi Keselamatan Pallawa ini harus kita awali dengan memberi contoh yang baik kepada publik,” ujar Kasi Propam AKP Zulkarnaen, S.E, Senin (2/2/2026).
Dengan pemeriksaan internal ini, Polres Maros tak hanya memastikan “rumah tangga” mereka bersih sebelum turun ke jalan merazia warga.
Operasi Keselamatan Pallawa 2026 yang bertujuan meningkatkan disiplin berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan pun kian kokoh legitimasi moralnya di mata publik.
Kegiatan penegakan disiplin ini tegas menyiratkan hukum berlaku bagi siapa saja, termasuk aparat sekaligus mencegah pelanggaran serta membangun kepercayaan masyarakat.
Transparansi seperti ini patut diapresiasi, menjadikan operasi bukan sekadar formalitas, tapi aksi nyata yang efektif. (*)
