KUPANG— Gempa yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu pagi (15/8/2026) segera mendapat respons terpadu dari Pemerintah Provinsi NTT, Polda NTT, dan unsur Forkopimda. Fokus penanganan meliputi evakuasi korban, pendataan kerusakan, pembukaan akses, serta penyaluran bantuan ke wilayah terdampak.
Gubernur NTT Melkianus Laka Lena mengatakan pemerintah daerah telah meminta setiap kabupaten terdampak melakukan verifikasi kondisi warganya dan melaporkan temuan secara terperinci.
“Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan warga: berapa korban jiwa, jumlah luka, tingkat kerusakan bangunan, dan akses yang terganggu. Saya bersama Kapolda dan Forkopimda akan terjun ke Flores untuk meninjau langsung dan mempercepat pendistribusian bantuan,” ujarnya.
Sementara, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko menyatakan pihak kepolisian menyiapkan dukungan udara bagi rombongan pemerintahan agar peninjauan lapangan bisa dilakukan lebih cepat dan akurat.
Tujuannya adalah memverifikasi laporan dari lokasi terdampak dan menentukan skala respons yang diperlukan.
Dalam pernyataannya, Kapolda juga menegaskan keterlibatan aktif personel polisi dalam operasi darat: membantu evakuasi, pengamanan lokasi, operasi pencarian korban, membuka akses yang tertutup, serta memastikan bantuan sampai ke warga yang membutuhkan.
“Keselamatan masyarakat jadi prioritas. Kami akan terus berkoordinasi dengan semua unsur penanggulangan bencana agar operasi berjalan efektif,” kata Rudi Darmoko.
Polda NTT membentuk Command Crisis Center pada tingkat Polres dan Polsek sebagai pusat koordinasi operasional di lapangan. Satuan tugas dikerahkan untuk SAR, membantu warga terdampak, membuka jalan yang tersumbat longsor atau reruntuhan, menjaga area pengungsian, dan mencegah tindakan penjarahan.

Informasi situasi dikumpulkan dan diperbarui secara berkala melalui saluran resmi agar masyarakat mendapat keterangan yang jelas dan dapat dipercaya.
Hingga kini pemerintah mencatat sementara lima korban meninggal dunia: dua di Kabupaten Sikka dan tiga di Manggarai.
Angka ini masih dalam proses verifikasi karena laporan dari lapangan masih masuk. Beberapa korban dilaporkan tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan setelah gempa berkekuatan terjadi pada sekitar pukul 05.58 WITA.
Pembukaan akses menuju daerah terdampak menjadi prioritas agar personel dan logistik bantuan cepat tiba. Pemerintah meminta kontraktor dengan alat berat untuk membantu membersihkan jalan yang tertutup longsor atau material bangunan.
Koordinasi juga sedang dilakukan dengan PLN dan operator telekomunikasi untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik dan layanan komunikasi.
Kebutuhan dasar bagi warga terdampak mulai disiapkan. Pemerintah Provinsi menyiapkan paket pangan dan beras, sementara pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR menyatakan kesiapan mengirim bantuan tambahan.
Upaya menggunakan heli juga dikembangkan untuk menjangkau desa-desa yang sulit diterobos dari jalur darat.
Sebagai langkah awal bantuan logistik, 100 paket bantuan telah disiapkan untuk didistribusikan ke warga terdampak di Kabupaten Sikka melalui Polsek Alok.
Penyaluran akan difokuskan pada rumah tangga paling membutuhkan setelah verifikasi di lapangan.
Polda NTT juga memperketat pengendalian informasi untuk meredam potensi kepanikan.
Untuk perkembangan situasi akan diumumkan lewat siaran pers resmi bersama Forkopimda setiap hari.
Masyarakat diimbau mengikuti informasi dari pemerintah, BMKG, BNPB, dan instansi berwenang serta tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Penanganan pasca-gempa di Flores dilaksanakan secara terpadu: evakuasi, pemetaan kerusakan, pembukaan akses, distribusi bantuan, dan pengamanan lokasi. Pemerintah Provinsi NTT, Polda NTT, dan seluruh mitra terkait terus bergerak untuk memastikan warga terdampak mendapat pertolongan segera.

Di tengah kondisi darurat ini, otoritas menegaskan bahwa masyarakat Flores tidak ditinggalkan sendirian. (*)