MAKASSAR— Sebuah percakapan pribadi sejumlah siswa SMP Tamangapa Raya beredar luas di kalangan pelajar pada Minggu (14/9/2025). Bocornya chat tersebut memicu gosip, candaan, hingga ejekan yang ramai diperbincangkan di lingkungan sekolah.
Percakapan yang semula bersifat pribadi itu menyebar melalui grup pesan hingga media sosial. Tidak sedikit siswa yang menanggapinya dengan komentar bernada guyonan, namun sebagian lainnya menjadikannya bahan olok-olok. Situasi ini sempat menimbulkan kegaduhan di antara para murid.
Pihak sekolah menyayangkan terjadinya peredaran chat pribadi yang justru membuat siswa lebih banyak membicarakan gosip dibandingkan pelajaran. Guru wali kelas menegaskan agar siswa tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu benar, apalagi jika bersumber dari percakapan pribadi.
“Sebagai pendidik, kami mengingatkan anak-anak untuk tidak ikut menyebarkan obrolan yang bisa memicu perundungan. Lebih baik mereka kembali fokus pada belajar, karena itu yang utama di sekolah,” ujar salah seorang guru.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah berencana memberikan pembinaan mengenai etika bermedia sosial dan literasi digital. Dengan begitu, siswa diharapkan dapat lebih bijak menggunakan gawai serta memahami konsekuensi dari setiap aktivitas di dunia maya.
Tidak hanya itu, sekolah juga mengimbau orang tua untuk turut berperan aktif dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya di internet, agar tidak terjebak dalam perilaku yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Melalui insiden ini, pihak SMP Tamangapa Raya berharap siswa dapat mengambil hikmah penting: menjaga etika, menghargai privasi, dan tidak menjadikan percakapan pribadi sebagai bahan gosip ataupun ejekan di lingkungan sekolah. (*)
