MAKASSAR– Pelaksanaan ibadah puasa pada bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 menuntut perhatian serius terhadap aspek keselamatan berlalu lintas, terutama pada waktu-waktu rawan seperti menjelang berbuka puasa dan setelah salat tarawih.
Peningkatan mobilitas masyarakat untuk berburu takjil, silaturahmi, maupun kegiatan keagamaan berpotensi memicu kepadatan arus kendaraan di berbagai ruas jalan.
Tentunya, kondisi ini menuntut kedisiplinan kolektif agar momentum spiritual Ramadhan tidak justru diwarnai oleh meningkatnya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol. Dr. Pria Budi, SIK, MH menegaskan pentingnya menjaga ketenangan dalam menjalankan ibadah puasa tanpa aktivitas yang mengganggu ketertiban umum
“Kita berharap dan mengingatkan agar masyarakat, khususnya kalangan remaja Tidak melakukan balapan liar, penggunaan knalpot tidak sesuai standar (brong), serta arak-arakan saat pembagian takjil yang kerap menghambat arus kendaraan,” ucapnya.
Imbauan tersebut mencerminkan pendekatan preventif kepolisian guna menekan potensi konflik sosial sekaligus risiko kecelakaan.
Nah, fenomena balapan liar dan konvoi kendaraan pada bulan Ramadhan memang acapkali digelar kalangan pelajar, khususnya di Kota Makassar. Dan ini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan lainnya.
Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, aktivitas tersebut sering terjadi pada sore hari menjelang berbuka, saat konsentrasi pengemudi menurun akibat kelelahan dan kondisi fisik yang berpuasa.
Dalam perspektif keselamatan transportasi, kombinasi antara kepadatan lalu lintas, emosi yang meningkat, serta perilaku berkendara agresif merupakan faktor risiko yang dapat berujung fatal.
Selain itu, penggunaan knalpot bising dan konvoi takjil tanpa pengaturan yang baik berpotensi mengganggu kenyamanan publik serta memicu kemacetan di titik-titik strategis perkotaan di wilayah Sulawesi Selatan.
Oleh karena itu, publik berharap sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan komunitas masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lalu lintas yang tertib dan humanis selama Ramadhan.
Edukasi keselamatan, pengaturan rekayasa lalu lintas, serta patroli rutin bakal dioptimalkan jajaran kepolisian di Polda Sulsel sebagai langkah antisipatif.
Yang jug amenjadi catatan penting, keberhasilan menjaga keselamatan berlalu lintas selama Ramadhan tidak hanya bergantung pada penegakan hukum oleh Polda Sulawesi Selatan, tetapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat.
Ramadhan sejatinya merupakan momentum pengendalian diri, termasuk dalam perilaku di jalan raya. Dengan mengedepankan etika berkendara, saling menghormati, dan kepatuhan terhadap aturan, suasana ibadah dapat berlangsung khusyuk sekaligus aman bagi seluruh pengguna jalan. (*)
