MAKASSAR– Ditlantas Polda Sulawesi Selatan dan satlantas polres jajaran, terus memaksimalkan kinerja kepolisian lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Berbagai langkah strategis dilakukan, seperti peningkatan patroli, penempatan personel di titik rawan kecelakaan, serta sosialisasi keselamatan berkendara kepada masyarakat.
Selain itu, implementasi teknologi tilang elektronik (ETLE) juga diperluas guna meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan pengguna jalan.
Dengan upaya ini, Polda Sulsel berharap dapat menciptakan situasi lalu lintas yang lebih aman dan mengurangi jumlah korban kecelakaan di wilayah tersebut.
Untuk perbandingan, pada Data lakalantas yang dicatat Ditlantas Polda Sulsel mulai Bulan Januari hingga Oktober 2023, jumlah lakalantas di wilayah hukum Polda Sulsel sebanyak 6.587 kasus, korban meninggal dunia akibat lakalantas capai 894 orang, luka berat 404 dan luka ringan sebanyak 9.734 orang.
Lakalantas Pada periode Januari 2024, jumlah lakalantas sebanyak 7.150, meninggal dunia 896 orang, luka berat 326 dan luka ringan 9.421.
Data lakalantas ini terungkap saat digelar analisis dan evaluasi (Anev) Operasi Zebra Pallawa 2024 yang digelar di Aula Biru, Ditlantas Polda Sulsel, Selasa (19/11).
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulsel, AKBP Dr. Amin Toha SH, MH, menjelaskan, penanganan lakalantas, bukan sekedar penegakan hukum, tetapi juga memperbaiki dari buku sampai ke hilir terhadap faktor penyebab.
“Kami terus melakukan peningkatan keaktifan kehadiran personel di lapangan, melaksanakan sosialisasi Traffic Attitude Record (TAR). Hal ini bertujuan untuk menurunkan angka fatalitas lakalantas di wilayah Sulsel,” ucap mantan Kasatlantas Polrestabes Makassar ini. (*)
