JAKARTA– Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho S.H, M.Hum., menerima penghargaan kehormatan dari Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Jakarta, Rabu siang, (30/7).
Penghargaan ini diberikan langsung oleh Koordinator Pusat BEM Nusantara, M. Sardani, didampingi dua pembina nasional BEM Nusantara, Johan dan Novan Hermawan.
Mereka menilai Irjen Agus sebagai sosok yang mampu menyeimbangkan antara penegakan hukum dengan pelayanan publik yang humanis dan terintegrasi.
“Kami menilai Irjen Agus telah menunjukkan langkah konkret dalam membenahi budaya pelayanan Polantas. Tidak hanya sekadar menindak pelanggaran, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan masyarakat pengguna jalan,” ungkap Sardani.
Salah satu program yang mendapat sorotan positif adalah Polantas Menyapa sebuah pendekatan pelayanan berbasis interaksi simpatik antara polisi lalu lintas dan masyarakat.
Program ini dianggap sebagai bentuk transformasi budaya layanan, dari yang sebelumnya kaku dan menakutkan menjadi lebih terbuka dan bersahabat.
“Melalui Polantas Menyapa, kami melihat wajah Polri yang sesungguhnya: hadir, melayani, dan mengayomi. Ini bukan sekadar program, tetapi perwujudan dari semangat reformasi kultural di tubuh kepolisian,” ujar Novan Hermawan yang diamini oleh Johan.
Tak hanya itu, BEM Nusantara juga menyoroti komitmen Irjen Agus dalam menindak tegas anggota yang menyalahgunakan wewenang. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Indikator keberhasilan kepemimpinan Irjen Agus pun terlihat nyata. Penyelenggaraan lalu lintas nasional pada peringatan Hari Bhayangkara ke-79, serta dua operasi besar seperti Operasi Ketupat 2025 dan Operasi Patuh 2025, dinilai berjalan dengan sukses.
Ketertiban meningkat, kecelakaan lalu lintas menurun signifikan, dan pelayanan kepada masyarakat berlangsung lebih cepat dan transparan.
BEM Nusantara berharap, penghargaan ini menjadi simbol dorongan moral agar semangat perubahan dalam tubuh Korlantas Polri terus dikawal dan ditularkan ke seluruh jajaran.
“Kami ingin semangat ini tidak berhenti di pusat saja, tapi menular sampai ke Polantas di tingkat daerah,” tutup Sardani.
