BONE – Aksi heroik personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bone, Bripda Riang Isdal, dalam menggagalkan percobaan begal mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bone. Atas keberaniannya, Bripda Riang diganjar penghargaan berupa satu unit sepeda oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.Si.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Badan Kesbangpol Bone, Ir. Andi Amran, M.Si., mewakili Bupati Bone, dalam sebuah seremoni di Mapolres Bone. Acara tersebut turut dihadiri Kapolres Bone, AKBP Sugeng Setyo Budhi, S.I.K., M.Tr.Opsla., bersama Kabag Ops dan KBO Satlantas Polres Bone.
Kapolres Bone menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas perhatian Bupati terhadap personel yang bertugas di lapangan. Ia menilai penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Polres Bone untuk terus memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi masyarakat.
“Apresiasi seperti ini memberi motivasi moril yang luar biasa kepada anggota kami untuk terus bertindak cepat dan tepat dalam menjaga keamanan publik,” ujar AKBP Sugeng.
Sementara itu, melalui pernyataan tertulis yang dibacakan perwakilannya, Bupati Bone menegaskan bahwa bentuk penghargaan ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung aparat penegak hukum.
“Keberanian, kejujuran, dan pengabdian tidak akan pernah sia-sia. Apa yang dilakukan Bripda Riang Isdal semoga menjadi inspirasi bagi anggota lainnya dan seluruh masyarakat Bone,” tegasnya.
Kasat Lantas Polres Bone, AKP H. Musmulyadi, S.Pd.I., menjelaskan bahwa insiden terjadi di Jalan Lanto Dg. Pasewang, Rabu sore (2/7/2025), saat seorang ibu menjadi korban penjambretan. Tas milik korban yang berisi satu unit HP OPPO A12 warna biru, cincin emas 3 gram, dan sejumlah surat penting, dirampas oleh pelaku yang kemudian melarikan diri.
“Korban berteriak meminta pertolongan. Kebetulan anggota kami melintas dan langsung melakukan pengejaran hingga berhasil menggagalkan aksi pelaku serta mengamankan barang bukti dan kendaraan yang digunakan di Jalan Cempa Lagi,” jelas Musmulyadi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kejahatan jalanan, terutama pada jam-jam rawan dan area yang sepi. “Kewaspadaan masyarakat tetap menjadi kunci dalam mencegah aksi kejahatan seperti ini,” pungkasnya. (**)
