LANTASINFO– Para penjahat dan mafia di Sulawesi Selatan harus bersiap menghadapi penegakan hukum yang lebih tegas dan tanpa kompromi. Era “main mata” dan permainan hukum yang selama ini menjadi candu bagi oknum dan kelompok tertentu kini memasuki babak baru.
Seiring pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2192/IX/KEP/2025 tertanggal 24 September 2025, serta pelantikan beberapa waktu lalu, tongkat komando kini resmi dipegang oleh Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, menggantikan Irjen Pol. Rusdi Hartono.
Perlu dicatat, Pergantian ini merupakan sinyal kuat dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bahwa wilayah Sulawesi Selatan membutuhkan pendekatan hukum yang lebih presisi, cepat, dan menyentuh akar persoalan.
Irjen Pol Djuhandhani dikenal sebagai sosok penyidik ulung yang baru saja menerima penghargaan “Best Criminal Investigator of Indonesian Police” pada ajang CNN Indonesia Awards 2025 di Jakarta.
Reputasi ini menjadi indikator jelas bahwa Polri menempatkan figur dengan rekam jejak investigatif tinggi untuk membersihkan jantung kriminalitas di Sulsel.
Nah, Sulawesi Selatan (Sulsel) selama ini menghadapi berbagai bentuk kejahatan yang saling terkait, seperti benalu mafia tanah yang bermain di celah hukum dan mempermainkan sertifikasi lahan rakyat, kejahatan pencolengan subsidi rakyat BBM Solar dan Jaringan narkoba lintas daerah yang menyasar generasi muda di kota-kota besar seperti Makassar, Palopo, dan Parepare.
Juga pada pungutan liar dan suap birokrasi yang merusak tata kelola pemerintahan, kejahatan siber dan judi online yang menjerat masyarakat kecil dengan janji palsu.
Di tangan Kapolda yang baru, semua pola lama ini diyakini akan dibongkar dengan sistematis.
Kombinasi pendekatan teknologi, transparansi penyidikan, dan kerja sama lintas lembaga diharapkan mampu menutup ruang gerak jaringan kejahatan yang selama ini beroperasi di balik layar kekuasaan dan bisnis.
Juga pada tantangan Internal, Kapolda Sulsel baru diharap mampun menertibkan oknum di Dalam Tubuh Polri di mana Publik menuntut agar pembersihan tidak hanya menyasar pelaku eksternal, tetapi juga oknum polisi yang terlibat atau bermain dua kaki.
Sementara itu, kebijakan Polri saat ini mengedepankan semangat “Transformasi menuju Polri Presisi”: prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan, bakal sukses di tangan orang nomor satu di jajaran kepolisian di Sulsel ini.
Di Sulsel, implementasi prinsip ini diharapkan tidak hanya menjadi jargon, melainkan realitas di lapangan.
Setiap laporan masyarakat harus direspons cepat, setiap penyimpangan harus ditindak, dan setiap pelaku kejahatan sekecil apapun harus diproses sesuai hukum tanpa tebang pilih.
Di bawah kendali Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, Sulawesi Selatan tengah memasuki fase baru penegakan hukum yang tegas dan berintegritas.
Tidak ada lagi tempat aman bagi pelaku kejahatan, mafia tanah, bandar narkoba, penipu digital, atau oknum pungli yang selama ini merampas hak masyarakat.
Hukum bukan sebatas alat kekuasaan, melainkan perisai keadilan bagi rakyat. Bagi masyarakat, inilah momentum untuk mendukung perubahan dan percaya pada supremasi hukum.
Bagi para penjahat dan mafia bersiaplah, sebab waktu perlindunganmu telah berakhir.
Sukses Selalu Jendral!
