JAKARTA– Korlantas Polri menunjukkan pendekatan proaktif melalui intensifikasi edukasi oleh jajaran Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Ditkamsel) dari tingkat pusat hingga wilayah, sebagai tindak lanjut perintah Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.
Tentunya, strategi ini langsung menargetkan pemilik angkutan umum dan pengemudi untuk mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).
Hasilnya, muncul komitmen kuat dari para pengusaha dan pengemudi, termasuk pernyataan sikap terbuka via video, yang mencerminkan tanggung jawab moral terhadap masyarakat pengguna jasa transportasi.
Pendekatan ini krusial mengingat lonjakan mobilitas Lebaran 2026 berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak diatasi secara preemtif.
Sementara, implementasi Lapangan dan Respons Stakeholder atau pengusaha angkutan umum berkomitmen melakukan pengecekan menyeluruh armada, memastikan laik jalan, lulus uji KIR, sistem pengereman optimal, serta kelengkapan administrasi.
Pengemudi pun menegaskan kesiapan menjaga kondisi fisik-mental, mematuhi waktu istirahat, menghindari mengemudi lelah, dan disiplin aturan lalu lintas.
Dukungan ini sejalan dengan arahan Kakorlantas. “Kami perintahkan jajaran Ditkamsel dari pusat sampai wilayah untuk sungguh-sungguh mengedukasi pemilik angkutan umum dan para pengemudi agar berkomitmen melaksanakan Kamseltibcarlantas. Kendaraan harus berkeselamatan dan pengemudi juga harus berkeselamatan,” ujarnya dikutip di laman korlantaspolri, Sabtu (14/2/2026).
Contoh konkret terlihat pada cek Korlantas terhadap P.O Bus Sinar Jaya, di mana keselamatan jadi prioritas mudik 2026.
Demikian pada dampak Sinergi dan Prioritas Kebijakan, dilakukannya sinergi regulator, aparat, pengusaha.dan pengemudi menjadi kunci menekan angka kecelakaan, dengan penekanan pada pendekatan preventif-preemtif.
“Lebaran adalah momentum kebahagiaan. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama. Kami ingin masyarakat mudik dengan aman, selamat sampai tujuan, dan kembali dengan selamat,” tambah Kakorlantas Polri.
Tampak pada efektivitas edukasi lapangan dalam membangun kesadaran kolektif, di mana komitmen moral via video tidak hanya simbolis tapi operasional, mendukung semangat Polri Presisi yang humanis dan berorientasi pencegahan.
Proyeksi dan Optimisme Pengamanan Lalu Lintas ditandai komitmen nyata ini, Korlantas optimistis pengamanan Lebaran 2026 akan lebih baik, humanis, dan efektif.
Strategi ini berpotensi menurunkan risiko kecelakaan melalui prioritas kendaraan serta pengemudi berkeselamatan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan lalu lintas nasional. (*)
