JAKARTA– Bayangkan drone mungil melayang di atas kemacetan Cibubur, mata eltroniknya menangkap setiap pelanggaran kecil yang selama ini lolos dari pengawasan polisi darat.
Itulah debut gemilang ETLE Drone Patroli Presisi milik Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, yang resmi dikibarkan mulai Jumat (9/1).
“Hal ini bisa disebut sebagai senjata baru dalam perang melawan kekacauan lalu lintas modern, transparan, dan berkeadilan,” kata Irjen Pol Agus Suryonugroho, Kakorlantas Polri.
Dalam hitungan jam pertama, drone ini sudah “menangkap” 18 pelanggaran, mayoritas pengendara motor nekat yang cuek pada helm atau aturan keselamatan dasar.
Pengawasan real-time dari udara ini minim interaksi manusia, data valid terdokumentasi rapi, dan potensi korupsi pun teriris tajam.
“Ini komitmen kami untuk objektivitas,” tegas Agus, yang menargetkan titik rawan sulit dijangkau seperti Jalan Raya Cibubur.
Selain penegakan hukum, drone ini jadi guru terbang yang preventif: peringatan dini untuk rakyat agar disiplin, kurangi kecelakaan, dan wujudkan kamseltibcarlantas nasional.
Inovasi ini patut diapresiasi, akhirnya Polri tak lagi bergantung mata manusia doang, tapi mata elang digital. Tapi, tantangannya, apakah masyarakat siap diawasi 360 derajat, atau justru ini awal era pengawasan lalu lintas paling ketat se Indonesia?
Tentunya, jikalau sukses, selamat tinggal budaya “sogok-sogokan” di pinggir jalan. (*)
