Close Menu
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, September 15
  • Redaksi
  • Home
Facebook X (Twitter) LinkedIn VKontakte
LANTAS INFOLANTAS INFO
Banner
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Home»Edukasi»Mudik Dengan Sepeda Motor, Ada 6 hal yang Harus diperhatikan. Buat tak Terkendala di Jalan Masbro!
Edukasi

Mudik Dengan Sepeda Motor, Ada 6 hal yang Harus diperhatikan. Buat tak Terkendala di Jalan Masbro!

Lantas InfoBy Lantas InfoApril 24, 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
Ilustrasi mudik
Share
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link

Seperti tahun-tahun sebelumnya, mudik lebaran kali ini di Tahun 2022, ditaksir penggunaan sepeda motor, khususnya di Sulsel masih tinggi, dibanding menggunakan angkutan umum ataupun penggunaan mobil pribadi.

Karena itu, untuk amannya seperti yang dirilis di antaranew.com, Technical Service Analyst Astra Motor (main dealer motor Honda) Rangga Noviar, memberikan urutan pengecekan yang harus dilakukan, jika memang pemudik terpaksa menggunakan motor.

Beberapa hal ini wajib dicek, apa saja?

1. Periksa tekanan angin ban dan alurnya
Tekanan angin ban tidak sesuai standar yang sudah ditentukan dapat membuat pengendaraan kurang nyaman bahkan bisa membuat motor kehilangan kendali. Pastikan tekanan angin ban baik untuk berkendara sendiri maupun berboncengan, yaitu di kisaran 29 psi untuk ban depan dan 33 psi untuk ban belakang. Selain itu, Anda juga wajib melakukan pengecekan pada alur ban. Untuk ini, Anda bisa melihat berdasarkan indikator keausan ban dari tanda segitiga di sisi luar ban.

2. Ganti atau bersihkan busi dan periksa tutupnya
Berkendara dengan jarak tempuh yang cukup jauh, busi menjadi komponen vital yang harus diperiksa. Pastikan usia pakai busi belum mencapai maksimal 8.000 km dan bunga api yang dihasilkan masih bagus. Pengendara disarankan untuk membawa motornya ke bengkel resmi.

Cap atau tutup busi pun jangan sampai ketinggalan. Jika cap busi retak atau karetnya sudah keras, bisa menyebabkan aliran listrik dari ignition coil ke busi tidak sempurna, terutama saat terkena air.

3. Periksa sistem penggerak (rantai roda atau drive belt)
Rantai roda dan drive belt wajib diperiksa terutama dari keausan dan usia pakainya. Pastikan rantai roda mencengkram kuat ke sprocket/gir dengan baik. Rantai roda yang sudah aus tidak akan mencengkram dengan baik, hal ini bisa menyebabkan rantai terlepas dari gir bahkan berpotensi putus. Begitu juga dengan drive belt pada motor matik.

Komponen ini memiliki batas usia pakai yaitu maksimal 24.000 km. Jangan paksakan melebihi dari kilometer tersebut agar performa motor masih bisa optimal.

4. Periksa fungsi rem dan ketebalannya
Tidak jarang kecelakaan motor akibat fungsi rem yang tidak maksimal. Peranti rem mulai dari handle, pedal, hingga rem itu sendiri harus diperiksa. Pastikan semua komponen mekanis dan hidrolis berfungsi dengan baik. Jika perlu ganti minyak rem dan kampas sebelum dipakai mudik.

5. Cek kapasitas oli mesin
Jika menghadapi kondisi macet, beberapa motor masih mengandalkan udara untuk mendinginkan mesin. Dalam kondisi ini, kerja oli akan semakin berat untuk melumasi komponen yang bergerak. Untuk itu periksa kapasitas oli agar sesuai dengan standar ukuran motor dan jika perlu lakukan penggantian oli sesuai rekomendasi pabrikan.

6. Cek nyala lampu
Para pemudik tidak hanya berkendara di siang hari, saat ini banyak pengemudi berkendara di malam hari untuk menyiasati agar tidak terkena macet dan menghidari suhu panas. Lampu menjadi penanda bagi sepeda motor saat berjalan, belok, dan melakukan pengereman. Pastikan nyala lampu berfungsi sebagaimana mestinya dan ukuran sesuai standar.

Jangan pakai mika lampu transparan untuk lampu belakang karena akan membahayakan pengemudi di belakangnya. Jangan pula menggunakan lampu dengan daya sinar yang terlampau terang karena akan menyilaukan pengendara lain di lawan arah.

Semoga artikel ini dapat membantu pemudik untuk, agar tak terkendala hingga ke tujuan.

Ditlantas Polda Sulsel
Share. Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Previous ArticleSamsat Bone Layani Wajib Pajak Ranmor di Hari Libur atau Cuti Lebaran
Next Article Kerjasama BVT untuk Data Road Safety, PT Jasa Raharja Launching Pemanfaatan Data Spatial

Berita Lainnya

ANALISIS: Program AMANJIE dan Tantangan Mengubah Mindset Pengendara di Kabupaten Bone

Agustus 31, 2026

Bea Siswa Kapolri: Bedah Buku Internasional di UI Karya Ditetapkan Referensi Akademik Dunia

Agustus 20, 2026

Kapolresta Gowa: Pendekatan Preventif untuk Mereduksi Penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Gowa

Agustus 18, 2026
Berita Terbaru

Cikal Bakal Lahirnya Polantas, Dari Verkeerspolitie ke Polantas KARIB

September 15, 2026

Antrean BBM Mengular, Polresta Gowa Turunkan Sabhara dan Satlantas

September 11, 2026

Polantas KARIB Jadi Sarana Edukasi Keselamatan Lalu Lintas bagi Pelajar

September 10, 2026

KOLOM: Panic Buying atau Panic Trust? Di Balik Narasi Antrian BBM di Sulsel!

September 10, 2026
  • HUKUM

Operasi Dua Pekan, Satlantas Polrestabes Makassar Amankan 355 Motor; Busur dan Ketapelpun Disita

September 7, 2026

Jaga Kamtibmas, Polres Gowa Bakal Berantas Perjudian

September 4, 2026

Update Data Laka Lantas Kini Tampil di Papan Informasi Digital Ditlantas Sulsel, Keluar dari Zona Merah!

September 1, 2026

Kapolresta Gowa Bakal Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan

Agustus 26, 2026
Copyright © 2017. LANTAS INFO RhynaldKing.
  • Redaksi
  • Home

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.