Gotong Royong Polsek Bontocani Buka Akses Harapan di Lura E, Ke amatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulsel.

BONE — Di Dusun Lura E, Desa Watangcani, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, jalan bukan sekadar aspal dan tanah. Ia adalah nadi kehidupan.

Bayangkan saja, selama bertahun-tahun, akses menuju dusun ini menjadi mimpi buruk, jalan  berlumpur, terputus saat hujan, dan memaksa kendaraan bermalam di tengah jalan. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, cerita itu mulai berganti.

Kini, perjalanan yang dulu memakan waktu hingga dua hari dua malam, kini cukup satu jam.

Perubahan itu bukan karena proyek besar pemerintah, melainkan hasil gotong royong yang digagas Kapolsek Bontocani, AKP Kamaluddin, SH, bersama warga, perangkat desa, dan sejumlah pihak.

“Sekarang Tidak Bermalam Lagi di Jalan”
ujar Pato, salah seorang warga Lura E, masih mengingat betul bagaimana sulitnya akses dulu.

“Dulu sebelum diperbaiki lewat gotong royong yang digagas Pa Kapolsek, sekarang Alhamdulillah sudah tidak bermalam lagi mobil di jalan,” tambahnya.

_Sebelumnya perjalanan ke wilayah ini  ditempuh 2 hari 2 malam. Kalau habis hujan, paling cepat 4 jam. Sekarang Alhamdulillah sekitar 1 jam saja. Berkah jalan yang sudah diperbaiki, yang vital-vital,” tambah Pato penuh syukur.

Bagi warga, perubahan ini bukan hanya soal waktu. Ini soal akses pendidikan anak-anak yang tak lagi terhambat, distribusi hasil pertanian yang lebih lancar, serta kemudahan menjangkau layanan kesehatan dan kebutuhan sehari-hari.

Polsek Peduli Warga Pelosok
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Polsek Peduli Warga Pelosok”, sebuah inisiatif Kapolsek Bontocani untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil.

Personel Polsek turun langsung, bahu-membahu dengan warga memperbaiki titik-titik vital jalan yang sering longsor atau tergenang.

Gotong royong ini juga melibatkan pemerintah desa dan dukungan berbagai pihak, menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

Jalan yang Membuka Harapan
Dulu, jalan menuju Lura E adalah penghalang. Kini, ia menjadi jembatan harapan. Dari jalan yang sulit dilalui, lahir cerita baru tentang kebersamaan, kepedulian, dan semangat warga yang tak menyerah pada keterbatasan.
Seperti kata seorang warga.

“Berkah jalan yang sudah diperbaiki.” Di Lura E, jalan bukan lagi sekadar lintasan, melainkan simbol bahwa ketika polisi dan rakyat bersatu, akses kehidupan pun terbuka lebar. (*)

Berita Terkait