Close Menu
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, September 24
  • Redaksi
  • Home
Facebook X (Twitter) LinkedIn VKontakte
LANTAS INFOLANTAS INFO
Banner
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
LANTAS INFO
  • Home
  • Nasional
  • Edukasi
  • Hukum
  • Mitra
  • Pelayanan
  • Peristiwa
  • Profile
  • Ragam
  • Video
Home»Pelayanan»Senyum Polisi, Marka Tak Kasat Mata yang Menjaga Peradaban Jalan Raya
Pelayanan

Senyum Polisi, Marka Tak Kasat Mata yang Menjaga Peradaban Jalan Raya

Lantas InfoBy Lantas InfoJuli 5, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
Share
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link

JAKARTA– Di tengah deru klakson dan kilau lampu kendaraan yang berseliweran, ada satu tanda lalu lintas yang tak terlihat, tapi terasa senyum seorang polisi.

Hal ini menjadi  sebuah simbol peradaban dan pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas dimulai dari hal yang paling manusiawi.

Gagasan ini menjadi pusat perbincangan dalam diskusi hangat antara Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, dan filsuf publik Rocky Gerung, yang berlangsung di markas Korlantas Polri, Jakarta Selatan, Jumat, (4/7).

Keduanya sepakat bahwa keberadaan polisi di jalan raya bukan hanya soal fungsi penegakan hukum, tetapi juga tentang menghadirkan moralitas, empati, dan kehangatan di tengah ketegangan lalu lintas.

“Senyum polisi adalah marka utama lalu lintas,” tegas Irjen Agus.

“Itu bukan sekadar slogan, tapi filosofi kerja kami dalam merawat ruang publik yang bernama jalan raya.”

Dalam era yang serba cepat, kehadiran polisi dengan wajah ramah dan sikap bersahabat menjadi penyeimbang antara ketertiban dan kemanusiaan.

Polisi bukan lagi sekadar penegak aturan, melainkan sahabat yang menjaga irama lalu lintas tetap harmonis. Irjen Agus menekankan pentingnya nilai-nilai Presisi  Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan  yang harus melekat dalam setiap interaksi polisi dengan masyarakat.

“Ketika petugas berdiri di simpang jalan, tersenyum pada pengendara, ia sedang membangun budaya,” lanjutnya.

Ini merupakan budaya lalu lintas yang etis, tertib, dan saling menghormati.”

Diskusi yang berlangsung selama hampir dua jam itu juga menghadirkan pemikiran kritis dari Rocky Gerung, yang mengurai lalu lintas bukan hanya sebagai soal teknis, tapi cermin dari jiwa bangsa.

Rocky menyampaikan lima refleksi tajam:

1. Diskresi Polisi – Keseimbangan antara hukum dan nurani.

2. Jalan Raya – Titik temu antara nilai, ego, dan kepentingan.

3. Budaya Amuck – Kekacauan kolektif yang tumbuh dari mentalitas jalanan.

4. Manusia dan Mobil – Diperbudak waktu dan kecepatan.

5. Mobil sebagai Simbol Hasrat – Representasi ego dan status sosial.

 

Ia menyoroti bahwa di jalan, manusia bukan hanya pengemudi — tapi pribadi yang mempertontonkan siapa dirinya sebenarnya.

“Jika ingin melihat wajah peradaban bangsa, lihatlah lalu lintasnya,” ujar Rocky.

“Disana empati, ego, dan etika saling bertabrakan.”

Menurutnya, penataan lalu lintas tidak cukup dengan rambu, gembok, dan tilang. Ia butuh pemahaman mendalam tentang psikologi sosial, budaya komunal, dan cara hidup masyarakat urban.

“Lalu lintas adalah panggung tempat negara dan warganya saling berinteraksi.”

Dengan mengusung tagline “Senyum Polisi adalah Marka Utama Lalu Lintas,” Korlantas Polri mengajak publik membangun kesadaran kolektif bahwa jalan raya bukan arena kompetisi, melainkan ruang hidup bersama.

Di situlah senyum seorang polisi menjadi marka tak kasat mata  tanda bahwa keamanan dan kenyamanan dimulai dari rasa saling percaya.

Karena di tengah kemacetan dan klakson bersahutan, mungkin yang paling dibutuhkan bukan hanya lampu hijau, tapi wajah bersahabat yang mengingatkan bahwa kita masih manusia.(*)

Ditlantas Polda Sulsel
Share. Facebook Twitter Email WhatsApp Telegram
Previous ArticlePenindakan Parkir Liar di Makassar: Saatnya Beralih ke Model Terpadu dan Berkeadilan
Next Article Rekayasa Lalu Lintas Sambut Kedatangan Jemaah Haji di Wajo, Polisi Berlakukan Sistem Satu Arah. Ini Skemanya!

Berita Lainnya

Polres Wajo Salurkan 6.000 Liter Air Bersih untuk Warga Desa Nepo

September 23, 2026

Catatan Redaksi: Cikal Bakal Lahirnya Polisi Lalulintas, Dari Verkeerspolitie ke Polantas KARIB

September 15, 2026

Antrean BBM Mengular, Polresta Gowa Turunkan Sabhara dan Satlantas

September 11, 2026
Berita Terbaru

Polres Wajo Salurkan 6.000 Liter Air Bersih untuk Warga Desa Nepo

September 23, 2026

Ditlantas Polda Sulsel Matangkan Persiapan Penerapan Zero ODOL 2027

September 23, 2026

Ditlantas Polda Sulsel Gelar Jalan Santai dan Senam Massal Peringati Hari Jadi Lalulintas Bhayangkara ke-71

September 23, 2026

Hari Jadi Lalulintas Bhayangkara ke-71, Kakorlantas Polri: Prioritaskan Keselamatan

September 22, 2026
  • HUKUM

Ditlantas Polda Sulsel Matangkan Persiapan Penerapan Zero ODOL 2027

September 23, 2026

Operasi Dua Pekan, Satlantas Polrestabes Makassar Amankan 355 Motor; Busur dan Ketapelpun Disita

September 7, 2026

Jaga Kamtibmas, Polres Gowa Bakal Berantas Perjudian

September 4, 2026

Update Data Laka Lantas Kini Tampil di Papan Informasi Digital Ditlantas Sulsel, Keluar dari Zona Merah!

September 1, 2026
Copyright © 2017. LANTAS INFO RhynaldKing.
  • Redaksi
  • Home

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.